Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus mencatatkan capaian gemilang dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional. Pada Juli 2025, PHR berhasil melakukan Put On Production (POP) atau mengalirkan minyak dari 70 sumur baru di wilayah kerja Zona Rokan.
Prestasi ini sekaligus menjadi angka tertinggi POP sumur baru per bulan PHR sejak alih kelola. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi rekor baru bagi PHR, tetapi juga menjadi tonggak sejarah penting bagi industri hulu migas di Indonesia.
Baca juga : PHE Cetak Generasi Emas Lewat 94 Program Anak dan Pendidikan
Adapun 70 sumur yang berhasil di POP berasal dari lapangan Balam South, Bangko, Duri, Libo SE, Menggala North, Menggala South, Minas, Obor, Pelita, Pematang, Petani, Petapahan, Pungut, Sintong, Sintong SE, Ubi dengan total potensi kontribusi minyak sekitar 3.400 Barrel of Oil Per Day (BOPD).
Menurut GM Zona Rokan, Andre Widjanarko, hal ini tentunya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan kontribusi dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional. “Melalui pelbagai inisiatif dan inovasi, kami terus berupaya meningkatkan produksi di Zona Rokan,” tegasnya.
General Manager (GM) PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan, Andre Wijanarko (berdiri). [Foto: Rusma/RM.id]
Baca juga : Cetak Rekor Tertinggi, Laba Bersih Summarecon Tembus Rp 1,84 T Pada 2024
Andre mengungkapkan, kinerja positif ini merupakan kerja keras insan PHR yang terus berinovasi dalam meningkatkan produksi. Capaian ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi peningkatan produksi minyak nasional. Upaya peningkatan produksi, lanjutnya, tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan yang turut berkontribusi dalam mendukung kelancaran operasi.
Lebih jauh Andre menjelaskan, PHR senantiasa menerapkan teknologi terkini dan inovasi operasional untuk menjaga efektivitas dan efisiensi pengeboran. Adapun strategi yang digunakan, ungkapnya, adalah menjaga baseline produksi melalui program revitalisasi fasilitas produksi eksisting, optimisasi produksi sumur melalui kerja ulang dan stimulasi sumur.
Baca juga : Cetak Rekor, Jumlah Penumpang Harian Whoosh Tembus 25 Ribu
Keberhasilan PHR dalam mempertahankan kinerja positif dibuktikan dengan POP 1.523 sumur baru pasca alih kelola. Pada 2025, upaya peningkatan produksi terus dilakukan dengan target pengeboran 560 sumur. Selain melakukan pemboran sumur baru, upaya pengembangan lapangan dengan memanfaatkan teknologi Waterflood, Steamflood dan Chemical EOR.
“Dalam pelaksanaan operasi, kami mengedepankan kerja yang aman dan selamat dengan budaya kerja HSSE Golden Rules (Patuh, Intervensi dan Peduli). Semoga kami bisa terus menjaga kinerja andal sehingga memberikan dampak tambahan produksi sumur-sumur baru yang maksimal,” harap Andre.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya