Dark/Light Mode

Gulirkan Program Strategis, BSI Perkuat Pertumbuhan UMKM

Selasa, 9 September 2025 19:57 WIB
BSI kian memperkuat peran UMKM sebagai salah satu tulang punggung ekonomi kerakyatan melalui jalur keuangan syariah. (Foto: Dok. BSI)
BSI kian memperkuat peran UMKM sebagai salah satu tulang punggung ekonomi kerakyatan melalui jalur keuangan syariah. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI kian memperkuat peran UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) sebagai salah satu tulang punggung ekonomi kerakyatan melalui jalur keuangan syariah.

Dengan program UMKM naik kelas, BSI mendorong kewirausahaan masyarakat yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja yang berkualitas sebagaimana program Asta Cita Pemerintah.

Corporate Secretary Bank Syariah Indonesia Wisnu Sunandar menekankan, untuk mendukung UMKM naik kelas, BSI melakukan berbagai langkah strategis.

“Salah satunya BSI UMKM Center, yakni pusat pendampingan UMKM yang menjadi hub para pelaku usaha UMKM dari hulu hingga hilir,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (9/9/2025).

BSI UMKM Center sebagai learning center memberikan pendampingan usaha, pelatihan, kemudahan akses pembiayaan, sertifikasi produk halal, hingga memberikan penghargaan bagi para UMKM.

Baca juga : 2026, PKP Genjot Program BSPS Atasi Backlog 9,9 Juta Rumah

BSI UMKM Center juga mempertemukan UMKM dengan potential buyer domestic maupun international melalui Business Matching.

Tak hanya itu, nasabah binaan BSI UMKM Center juga terus bertambah. Hingga Juni 2025, BSI UMKM Center sudah ada di Aceh, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar dengan lebih dari 4.900 UMKM binaan, naik 9 persen secara year on year (yoy).’

“Konsistensi perseroan terhadap UMKM mendorong pembiayaan UMKM BSI per Mei 2025 mencapai Rp 51,80 triliun naik 11,15 persen,” ujarnya.

BSI juga melaksanakan business matching UMKM dengan para buyers luar negeri pada event BSI International Expo 2025. Event ini sukses mencatatkan 30 penandatanganan MoU business matching dengan potensi transaksi mencapai 20,8 juta dolar AS. Business matching ini diikuti oleh 52 buyer dari berbagai negara.

“Dukungan BSI terhadap segmen ini, selain memberikan potensi pengembangan bisnis UMKM sekaligus juga meningkatkan tingkat inklusi keuangan syariah,” kata Wisnu.

Baca juga : Warga Puji Prabowo Ke China: Berdampak Strategis Buat Ekonomi Dan Pariwisata

Caranya dilakukan BSI dengan menggandeng nasabah UMKM sebagai perluasan channel distribusi BSI. Sebanyak 150 UMKM binaan saat ini menjadi BSI Agen yang memasarkan layanan dan produk syariah BSI agar semakin dekat dengan nasabah.

Selain itu, saat ini sekitar 43 persen UMKM binaan BSI mulai beralih transaksi digital superapps BYOND by BSI guna mempermudah manajemen keuangan UMKM yang berskala mikro.

“Digitalisasi memudahkan nasabah UMKM mengelola keuangan lebih rapi dan nantinya dapat melihat potensi peningkatan pendapatannya,” ucapnya.

Wisnu mengungkap, UMKM menjadi salah satu entry gate untuk mendorong pertumbuhan halal industri.

“Inilah yang terus kami bangun, mulai dari menciptakan hub komunitas UMKM, pelatihan dan pendampingan hingga kemudahan akses pembiayaan dan proses sertifikasi halal," ujarnya.

Baca juga : Pengadaan Digital Jadi Strategi Pemprov Kalbar Perkuat UMKM Lokal

Wisnu menambahkan, peran UMKM ini menjadi arus ekonomi baru untuk menciptakan pertumbuhan usaha-usaha kreatif dengan pemberdayaan masyarakat.

“Hal inilah yang terus kami kembangkan, salah satunya melalui BSI UMKM Center di sejumlah kota potensial yang nantinya BSI akan menjadi mitra strategis untuk transaksi keuangannya,” pungkas Wisnu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.