Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gelontorkan Rp 200 T Ke 6 Bank, Gebrakan Purbaya Disambut Positif
Jumat, 12 September 2025 07:30 WIB
Sebelumnya
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut baik kebijakan Purbaya. Menurut dia, kebijakan tersebut akan menggerakkan industri manufaktur.
“Itu angin segar bagi perekonomian yang akan pasti banyak memberikan nilai positif bagi manufaktur Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Senada disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Akbar Himawan Buchari. Dana Rp 200 triliun bisa menggerakkan sektor UMKM.
Dia juga menyarankan agar Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerbitkan aturan. Misalnya, dana Rp 200 triliun diperuntukkan untuk pembiayaan di sektor produktif, khususnya ke sektor UMKM.
Baca juga : Freeport Bikin Lubang Untuk Suplai Makanan
“Jangan sampai bank dapat uang itu untuk membeli SBN, ataupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI),” pinta Akbar.
Anggota Komisi VI DPR Kawendra Lukistian optimistis, gebrakan ini mendorong dunia usaha. Terutama sektor UMKM yang menjadi penopang ekonomi rakyat.
“Paten! Mantap juga ini Menkeu kita yang baru! Ini langkah yang cukup bagus, memindahkan likuiditas BI ke ruang fiskal, sehingga Rp 200 triliun dapat langsung mengerek permintaan agregat tanpa nambah beban utang baru,” pujinya, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Kawendra menilai, pendekatan crowding-in yang dipilih Purbaya mampu memberikan dampak luas bagi pertumbuhan ekonomi. Yakni, memacu kredit perbankan, dan memperbesar multiplier effect bagi UMKM maupun sektor riil.
Baca juga : Soal Menko Polkam Dan Menpora, Presiden Bilang Tunggu Saja
Kawendra juga menyebut, langkah ini menjadi bukti adanya sinergi yang erat antara otoritas fiskal dan moneter. “Memanfaatkan surplus likuiditas bank sentral untuk mempercepat pemulihan dan pertumbuhan,” katanya.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, dana Rp 200 triliun akan memperkuat kemampuan bank menyalurkan kredit ke sektor riil. Hitungannya, tambahan likuiditas itu bisa mendongkrak pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar 1,7 persen, meningkatkan pertumbuhan kredit 0,8-1,4 persen.
Kata Josua, pemindahan itu membuat perbankan lebih maksimal membiayai sektor produktif, termasuk UMKM, pertanian, industri pengolahan, dan perumahan rakyat.
Apalagi, saat ini inflasi masih terkendali di level 1,6 persen dari target 1,5-3,5 persen. “Ini memberi ruang bagi kebijakan ekspansif tanpa harus khawatir terjadi lonjakan harga secara langsung,” ulas Josua saat dihubungi, Kamis (11/9/2025).
Baca juga : Banjir Bali Mulai Surut, 16 Orang Tewas, 500 Orang Ngungsi
Dia juga memuji dana tersebut ditempatkan di Himbara. Jika dialirkan ke sektor yang memiliki efek tinggi, maka kontribusi ke pertumbuhan ekonomi mencapai 0,3-0,6 persen. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya