Dark/Light Mode

Komisi VI Dukung Pertamina Integrasi 3 Subholding

Jumat, 12 September 2025 12:20 WIB
Salah satu SPBU milik Pertamina di Jakarta. (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.id)
Salah satu SPBU milik Pertamina di Jakarta. (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Inisiatif Pertamina untuk menggabungkan tiga Subholding mendapat dukungan Komisi VI DPR.

Dukungan tersebut terungkap, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR dan PT Pertamina (Persero), di Jakarta, Kamis (11/9/2025).

”Komisi VI DPR RI mendukung PT Pertamina (Persero) beserta Subholding untuk melaksanakan hal-hal sebagai berikut: Rencana penggabungan operasional Sub Holding PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, dan PT Pertamina International Shipping sebagai penyelarasan prioritas inisiatif perusahaan dan sejalan dengan arah kebijakan Badang Pengelola investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara),” kata Wakil Ketua Komisi VI, Adisatrya Suryo Sulisto sebagai pimpinan sidang, saat membacakan kesimpulan RDP.

Selain itu, lanjut Adisatrya, Komisi VI juga mendukung konsolidasi sejumlah unit usaha yang berada di luar bisnis utama PT Pertamina (Persero), sehingga fokus pada bisnis inti di sektor minyak dan gas, serta energi terbarukan, sesuai arahan dan kajian bersama Danantara.

Baca juga : Komisi V DPR: Banjir Bali Alarm Keras Benahi Mitigasi Dan Tata Ruang

Sebelumnya, anggota Komisi VI DPR Rivqy Abdul Halim memberi apresiasi terhadap rencana integrasi tiga Subholding Pertamina.

Dia menyebut, rencana tersebut sebagai sebuah terobosan baik. Begitu juga dengan rencana merger antara Pelita Air dan Garuda Indonesia. Rivqy berharap, semoga menjadi terobosan juga, kerja sama antar BUMN.

Terkait rencana penggabungan tersebut, disampaikan Direktur Utama Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam RDP tersebut.

"Kita akan melakukan integrasi hilir yaitu penggabungan operasional antara PT Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional dan juga Pertamina International Shipping yang kita targetkan akan selesai pada akhir tahun 2025," ujar  Simon.

Baca juga : Komit Dukung Literasi, PINTU Raih Penghargaan CFX

Terkait hal itu pula, Simon mengungkapkan, bahwa Perseroan ke depan akan lebih fokus pada bisnis inti yakni di sektor minyak dan gas (oil and gas) serta energi terbarukan (renewable energy).

Dengan demikian, sejumlah unit usaha yang berada di luar bisnis utama akan dipisahkan atau spin off dari Perseroan.

Komisi VI memang menyikapi positif rencana integrasi bisnis hilir Pertamina. Rencana tersebut, dinilai sejalan dengan semangat dan arah arah kebijakan Danantara.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria sebelumnya pernah menyampaikan, pihaknya berencana untuk merampingkan jumlah BUMN beserta anak usahanya, dari total lebih dari 800 menjadi sekitar 200 perusahaan saja.

Baca juga : Rig Pertamina Drilling Hasilkan Produksi Baru Di Lapangan Benuang

 Pertamina, yang memiliki fokus bisnis utama (core bussiness) pada minyak dan gas, misalnya, juga memiliki usaha rumah sakit hingga agen perjalanan.

Jika perusahaan-perusahaan BUMN kembali ke core business-nya, Dony menilai perusahaan menjadi lebih sehat dan kuat. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.