Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Komisi V DPR: Banjir Bali Alarm Keras Benahi Mitigasi Dan Tata Ruang
Jumat, 12 September 2025 08:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Irine Roba merespons banjir besar yang terjadi di Bali, Rabu (10/9/2025).
Bagi Irine, tragedi ini alarm keras bagi Pemerintah Pusat maupun Daerha tentanf pentingnya sistem mitigasi bencana, drainase, dan tata ruang di Bali yang belum mampu menjawab tantangan pembangunan dan perubahan iklim.
Baca juga : Komisi XII DPR Setujui Anggaran Kementerian ESDM Rp 21,67 Triliun
"Kehilangan nyawa dan kerugian miliaran rupiah bukan hanya akibat cuaca ekstrem, tetapi juga akibat tata kelola pembangunan yang mengabaikan daya dukung lingkungan," kata Irine usia agenda rapat kerja Komisi V bersama Kementrian PU, Kamis (11/9/2025).
Dia ingin, Kementrian PU berkoordinasi dengan kementrian lain. Misalnya melakukan audit tata ruang dan memperkuat infrastruktur hijau agar banjir tak berulang.
Baca juga : Persib Pinjamkan Zalnando Ke Persita Tangerang
Diingatkannya, keselamatan rakyat harus diutamakan. Banjir ini pengingat bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Jangan biarkan Bali, etalase dunia, tenggelam karena kelalaian dalam menjaga alam dan tata ruang.
Idealnya, sambung Irine, program utama Pemerintah adalah mengedepankan kepentingan daya beli masyarakat. Sebab, saat konsumsi atau daya beli meningkat, investasi akan ikut bergerak satu triwulan kemudian. Namun, bila investasi yang lebih terlebih dulu didorong, konsumsi tak banyak berubah.
Baca juga : Komisi IV DPR: Bulog Dan Modernisasi Pertanian Topang Ketahanan Pangan
Artinya, kata Irine, dia berharap semua program prioritas Kementrian PU me dukung mendorong secara langsung atau tidak langsung daya beli masyarakat itu.
"Bagaimana masyarakat akan nyaman bekerja jika fasilitas dasarnya tak terpenuhi. Subsidi BBM tidak begitu terasa ketika konsumsi BBM sangat besar akibat rusaknya jalan. Daya beli akan berkurang ketika uangnya dipakai untuk menanggulangi bencana," terangnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya