Dark/Light Mode

Saham Antam Layak Dikoleksi

Harga Emas Diramal Terus Meroket 4 Tahun Ke Depan

Minggu, 14 September 2025 06:30 WIB
Harga emas akan terus meroket empat tahun ke depan. (Foto: Rizki Syahputra/Rakyat Merdeka/RM.id)
Harga emas akan terus meroket empat tahun ke depan. (Foto: Rizki Syahputra/Rakyat Merdeka/RM.id)

 Sebelumnya 
“Alhasil, harga emas dari kisa­ran 3.400 dolar AS per ons terus naik ke 3.500 hingga 3.578 dolar AS per ons,” katanya.

Faktor pendorong kenaikan lainnya, Ibrahim menyebut, adalah perkembangan terkait konflik di Eropa antara Rusia dan Ukraina yang belum menun­jukkan tanda akhir.

“Wajar kalau harga emas dunia sempat menembus level terting­ginya yang hampir mendekati 3.600 dolar AS per ons,” jelasnya.

Prospek Saham

Sementara, Investment Ana­lyst Infovesta Capital Advisory Ekky Topan menyampaikan, lonjakan kinerja Antam pada paruh pertama tahun ini tidak hanya disokong oleh kenaikan harga emas dunia, tetapi juga efisiensi operasional yang ber­hasil dijalankan.

Baca juga : Regulator Gas Rusak, Jangan Dianggap Sepele

“Kinerja solid tersebut mencer­minkan efisiensi operasional dan peningkatan harga jual rata-rata, seiring dengan sentimen bull­ish di pasar komoditas emas,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (12/9/2025).

Menurut Ekky, harga emas dunia yang terus mencetak level tertinggi baru memberikan du­kungan fundamental yang solid bagi emiten pengelola emas.

Kondisi tersebut membuat valuasi saham emiten emas, termasuk Antam, masih menarik untuk dikoleksi oleh para inves­tor. Khususnya, dalam jangka pendek hingga menengah.

Senada, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menilai, saham Antam masih memiliki ruang kenaikan seiring tren positif harga emas dunia.

Baca juga : Meski Basah Kuyup, Pemain Tetap Semangat & Happy

“Antam berpotensi mendapat keuntungan dari kenaikan Average Selling Price (ASP) emas, yang berdampak pada kinerja pendapat­an dan laba bersih,” ujarnya.

Selain itu, perseroan juga dise­but memiliki komitmen untuk meningkatkan kapasitas produksi dan volume penjualan guna men­jaga kinerja tetap optimal.

Namun, Nafan menekankan pentingnya diversifikasi bisnis bagi emiten tambang Grup Mind ID ini untuk menghadapi fluk­tuasi harga komoditas, seperti nikel, batubara, dan tembaga.

Dia menegaskan, hilirisasi tidak bisa ditinggalkan. Proses pembangunan industri hilir akan memberikan added value yang signifikan.

Baca juga : Prabowo Tunjukkan Kecintaan ke Qatar

“Sehingga prospek sektor tambang positif di masa depan,” pungkasnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.