Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pastikan Penyaluran Kredit Dukung Asta Cita
Himbara Bidik Bisnis Sehat Dan Produktif
Selasa, 16 September 2025 06:35 WIB
Sebelumnya
Terpisah, Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Okki Rushartomo, menyambut positif rencana Pemerintah menarik dana excess reserve (cadangan berlebih) yang ada di BI sebesar Rp 200 triliun, untuk ditempatkan pada perbankan nasional.
“Penempatan dana di perbankan tentu akan menambah ruang likuiditas dan menjadi stimulus positif dalam mendukung pembiayaan di sektor riil,” ujar Okki dalam keterangan tertulis yang diterima Rakyat Merdeka, Jumat (12/9/2025).
Okki menegaskan, BNI berkomitmen untuk menyalurkan kredit secara sehat dan produktif, sejalan dengan agenda Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Meski demikian, efektivitas kebijakan ini akan sangat bergantung pada aturan teknis dan implementasi lebih lanjut dari regulator.
Baca juga : IKM Kerajinan Siap Perluas Pasar Ekspor
Menurut Okki, ada beberapa aspek kunci yang memerlukan kejelasan, terkait skema penempatan dana, tata kelola, jangka waktu, mitigasi risiko. “Serta prioritas penyaluran kepada sektor-sektor tertentu,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk M. Ashidiq Iswara, bahwa aliran dana Rp 200 triliun tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK).
“Kami lihat, penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Pemerintah di sistem perbankan juga berpotensi mendorong peningkatan penyaluran kredit,” kata Ashidiq dalam keterangannya, Jumat (12/9/2025).
Sebagai agen pembangunan dan mitra Pemerintah, kata Ossy-sapaan Ashidiq, kebijakan ini juga sejalan dengan komitmen Bank Mandiri untuk mendukung stabilitas sistem keuangan dan mengakselerasi fungsi intermediasi perbankan.
Baca juga : Hore, Lewat Gerbang Tol Fatmawati 2 Gratis
“Khususnya ke sektor-sektor produktif sesuai program prioritas Pemerintah dan Asta Cita Presiden Prabowo, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” terangnya.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya memastikan, lima bank Himbara, yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI) dan BTN bakal menerima dana Rp 200 triliun, dengan porsi berbeda-beda.
Bank Mandiri, BRI dan BNI mendapat alokasi terbesar, masing-masing Rp 55 triliun. Sementara BTN sebesar Rp 25 triliun dan BSI Rp 10 triliun.
Adapun, jumlah perbankan yang mendapat guyuran dana itu lebih sedikit dari pernyataan sebelumnya, di mana Menkeu Purbaya menyebut total ada 6 bank Himbara.
Baca juga : Ajukan Red Notice Ke Interpol, Kejagung Buru Cheryl Darmadi
Menurut Purbaya, BSI mendapat dana terkecil sebesar Rp 10 triliun, karena disesuaikan dengan size-nya yang belum terlalu besar.
“Kenapa BSI ikut? Karena dia satu-satunya bank yang punya akses ke Aceh, supaya dananya juga bisa dimanfaatkan di Aceh sana,” ujar Purbaya di Jakarta, Jumat (12/9/2025). [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya