Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kongres ke-4 PAPPI: Transformasi Penyuluhan Jadi Pilar Pembangunan Sistemik
Minggu, 14 September 2025 10:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Seminar Nasional dan Kongres ke-4 Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia (PAPPI), menegaskan arah baru penyuluhan pembangunan di Indonesia.
Dengan tema “Quo Vadis Penyuluhan dan Pemberdayaan dalam Perspektif Sistemik”, ini digelar di Swissbelhotel Rainforest, Kuta Bali, Kamis (11/9/2025).
Forum ini menjadi wadah strategis mempertemukan akademisi, praktisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk merumuskan gagasan penyuluhan yang lebih inklusif, berbasis permintaan, serta relevan dengan kebutuhan zaman.
Ketua Umum PAPPI Siti Amanah menekankan, bahwa penyuluhan kini berada dalam fase transisi menuju sistem yang lebih pluralistik, kontekstual, dan berorientasi masa depan.
Baca juga : Ibas Sebut FKPPI Bisa Jadi Garda Depan Pembangunan Nasional
“Penyuluhan bukan lagi sekadar transfer informasi, tetapi penguatan jaringan, kemandirian, dan daya lenting masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim, transformasi digital, serta ketimpangan sosial-ekonomi,” ujar Siti dalam keterangannya, Minggu (14/9/2025).
Rektor IPB University Arif Satria yang hadir secara daring menegaskan pentingnya melihat penyuluhan sebagai bagian integral dari pembelajaran sosial dan advokasi kebijakan.
Arif menyebut peran penyuluh telah meluas, tidak hanya sebagai fasilitator pertanian, melainkan juga penggerak komunitas, pendamping transformasi sosial, serta agen perubahan ekologis dan digital.
“Penyuluh masa kini perlu kapasitas multidimensi, dari komunikasi hingga literasi data, agar mampu menjembatani pengetahuan ilmiah dengan praktik lapangan,” kata Arif.
Baca juga : Salurkan Aspirasi Pemuda, Perindo Gelar Sayembara Ide
Menurutnya, pendekatan sistemik menjadi kunci karena pembangunan tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus terkoneksi dengan inovasi pertanian, pangan, pelatihan vokasi, hingga teknologi kecerdasan buatan dan blockchain.
Arif menambahkan, IPB University terus mendukung penguatan profesi penyuluh melalui kurikulum, riset, serta pengembangan platform digital berbasis data.
“Dengan semangat regeneratif, penyuluhan harus memperkuat ketangguhan sosial-ekologis masyarakat sejalan dengan SDGs dan visi Indonesia 2045,” tuturnya.
Seminar nasional ini turut dihadiri jajaran pimpinan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Ketua Departemen SKPM Anna Fatchiya, perwakilan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy yang diwakili oleh Riya Farwati, Kepala Pusat Penyuluhan Kementerian Pertanian I Gusti Made Ngurah Kuswandana, Vice President CSR PT Petrokimia Gresik Kadek Ardhika Widya Kresna, Sekjen PAPPI Dwi Sadono, Ketua Umum FORKAPPI David Rizar Nugroho, Ketua APP-KPPMI Sapja Anantanyu, serta Ketua IFRAS Johan David Wetik.
Baca juga : Fahira Idris Yakin Transportasi Publik Jakarta Bisa Lampaui Singapura
Selain itu, forum ini juga melibatkan para guru besar dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Prof. Dr. Jabbal Tarik Ibrahim, Prof. Dr. Hatta Jamil, Prof. I Dewa Putu Oka Suardi, Prof. Muktasam.
Hadir pula sivitas akademika dari Universitas Syiah Kuala, Universitas Hasanuddin, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Sebelas Maret, Universitas Andalas, Universitas Mataram, Polbangtan Malang, Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta Magelang, Sekolah Vokasi IPB, Universitas Pakuan, Universitas Karawang, Universitas Terbuka, dan Fakultas Ekologi Manusia IPB.
Seminar dan kongres IV PAPPI ini terselenggara atas dukungan dan kerja sama berbagai pihak, seperti PT Antam Tbk., PT Petrokimia Gresik, PT Charoen Pokphand, Botani Square, BCA, Bulog, P2SDM IPB, Telkomsel, Care IPB, Rassea, IFRAS, PT Telkom, PT Voxpol dan Aqua.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya