Dark/Light Mode

Tenggara Strategics: Ojol Tak Masalah Potongan 20 Persen, Asal Banyak Orderan

Jumat, 19 September 2025 17:14 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Survei Tenggara Strategics menunjukkan mayoritas driver ojol setuju potongan 20 persen, asal pesanan tetap banyak.

Mereka juga berharap mendapat perlindungan tambahan, seperti asuransi kecelakaan dan bantuan servis motor.

Survei dilakukan lewat wawancara telepon pada 16–17 September 2025 dengan 1.052 responden dari wilayah Jabodetabek.

Sebanyak 82 persen driver memilih potongan 20 persen jika pesanan melimpah, dibandingkan potongan 10 persen dengan order terbatas. Sebanyak 54 persen pengemudi menilai potongan 20 persen masih wajar jika aplikasi memberi manfaat tambahan.

Baca juga : Hadiri Maulid Nabi, Kapolri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan

"Yang penting ada jaminan kesehatan dan servis motor ringan," kata Dedi, pengemudi ojol asal Depok.

Temuan lain menunjukkan 18 persen pernah bekerja di platform dengan potongan 10 persen namun hasilnya tak memuaskan.

Dari kelompok itu, 42 persen justru mengaku pendapatan mereka lebih rendah dibanding saat potongan 20 persen. Hanya 15 persen dari mereka yang merasa pendapatan lebih besar saat potongan 10 persen.

"Kalau order-nya sedikit, potongan kecil juga percuma," ujar Iwan, pengemudi dari Bekasi.

Baca juga : Mensesneg: Demo Tidak Masalah, Yang Penting Tak Ganggu Fasilitas Umum

Soal status kerja, 52 persen pengemudi tidak masalah dianggap mitra asalkan jam kerja tetap fleksibel. Sebanyak 33 persen lainnya ingin skema mitra dengan tambahan manfaat seperti BPJS. Hanya 15 persen driver yang ingin menjadi karyawan tetap, namun menolak proses seleksi yang ketat.

"Jangan sampai ada yang dikeluarkan hanya karena tidak lolos tes," kata Agus, ojol senior dari Jakarta.

Sebagian besar driver berusia 31–40 tahun, diikuti kelompok usia 21–30 tahun. Kelompok usia 41–50 tahun merupakan jumlah paling sedikit dalam survei ini.

Mayoritas baru menjadi pengemudi dalam 3–6 tahun terakhir, khususnya setelah pandemi Covid-19. Banyak dari mereka beralih profesi karena kehilangan pekerjaan saat pandemi.

Baca juga : PTS Layak Mendapat Bantuan Operasional

Data Kementerian Ketenagakerjaan menyebut lebih dari 42 ribu pekerja terkena PHK sejak pandemi. Lonjakan PHK itu mendorong banyak orang masuk ke sektor ojol demi bertahan hidup.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.