Dark/Light Mode

Indonesia-Turki Susun Roadmap Kerja Sama

Industri Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Selasa, 23 September 2025 06:30 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) saling bertukar cenderamata seusai pertemuan bilateral dengan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki, Mehmet Fatih Kacir di Istanbul, Turki, Sabtu (20/9/2025). (Foto: Dok. Kemenperin)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) saling bertukar cenderamata seusai pertemuan bilateral dengan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki, Mehmet Fatih Kacir di Istanbul, Turki, Sabtu (20/9/2025). (Foto: Dok. Kemenperin)

 Sebelumnya 
Khusus sektor industri, disepakati pembentukan Joint Committee for Industrial Cooperation yang mencakup 14 sektor strategis, mulai teknologi baterai, kendaraan listrik, tekstil hingga industri halal. 

Selain itu, terdapat 10 kesepakatan antar-perusahaan, seperti kerja sama Pertamina Hulu Energi dengan perusahaan migas Turkiye Petrolleri Anonim Ortaklıgı (TPAO), serta PT PAL Indonesia dengan TAIS Shipyard untuk pembangunan frigat kelas Istanbul. 

Ada pula joint venture perusahaan Indonesia dengan Baykar dan Roketsan untuk fasilitas produksi drone tempur. 

Baca juga : Pram Aktif Ajak Warga Naik Angkutan Umum

Sejumlah kerja sama bisnis juga terjalin, antara lain kontrak ekspor serat viscose senilai jutaan dolar antara Asia Pacific Rayon dengan mitra Turki. 

Pertemuan lanjutan digelar pada Juni 2025 untuk membahas pengembangan sumber daya manusia di kawasan industri, kerja sama techno park, produksi baterai dan kendaraan listrik, serta forum investasi. 

Pada April 2025, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Turki untuk memperdalam investasi di sektor strategis, seperti baterai kendaraan listrik, energi terbarukan, industri pertahanan dan tekstil kelas atas. 

Baca juga : Bupati Pati Didalami Soal Pengaturan Lelang Dan Fee

Kunjungan tersebut juga menghasilkan kesepakatan kolaborasi produksi vaksin, pengembangan drone, misil dan komunikasi militer. 

Prabowo menekankan, persahabatan Indonesia dan Turki memiliki dasar sejarah yang kuat. 

“Saya sangat yakin Turki punya tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia. Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim dan Kesultanan Ottoman pada masanya dianggap sebagai pemimpin dunia Islam, menjadikan hubungan (erat) ini terjalin selama berabad-abad,” ujarnya. 

Baca juga : Terburuk Di Era Pep Guardiola, City Dikurung Arsenal

Menurutnya, sejarah juga mencatat Kesultanan Ottoman pernah membantu kerajaan-kerajaan di Sumatera melawan penjajah. 

“Banyak wilayah di Indonesia merasakan pengaruh Ottoman. Dalam beberapa kasus, ketika kami diserang oleh kekuatan asing, Ottoman datang membantu para sultan kami. Jadi, ada ikatan emosional yang kuat,” kata Prabowo. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.