Dark/Light Mode

FIATA: AI Jadi Game Changer Sektor Logistik Dukung Bisnis Berdaya Saing

Rabu, 24 September 2025 06:19 WIB
Chairperson International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA) Yukki Nugrahawan Hanafi. (Foto: Dok. FIATA)
Chairperson International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA) Yukki Nugrahawan Hanafi. (Foto: Dok. FIATA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kehadiran Artificial Intelligence (AI) telah menjadi faktor penting di sektor logistik dan rantai pasok nasional.

Chairperson International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA) sekaligus Ketua Dewan Pembina Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menilai, adopsi dan implementasi penggunaan AI harus ditopang kolaborasi erat antara Pemerintah dan pelaku usaha logistik dalam negeri.

Yukki mengatakan, sektor logistik global kini menghadapi percepatan transformasi berkat AI.

Menurut Yukki, pelaku usaha logistik kelas dunia sudah mengintegrasikan AI dalam operasi mereka, khususnya untuk membuat proses bisnis lebih cepat dan efisien.

Baca juga : AI Jadi Game Changer Daya Saing Logistik Indonesia

"Ini menjadi indikasi bahwa peranan AI tidak terhindarkan. Pelaku usaha nasional juga harus serius membangun kapasitas operasionalnya," kata Yukki di Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Menurut laporan Gitnux tahun 2025, berbagai perusahaan global memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi waktu, menekan biaya logistik, melakukan demand forecasting, perencanaan strategi berbasis data, manajemen armada, hingga otomasi layanan pelanggan.

Sebanyak 60 persen perusahaan yang mengadopsi AI tercatat berhasil meningkatkan efisiensi operasional pengiriman barang.

Yukki menambahkan, disrupsi pasca Covid-19, tensi geopolitik pada rute pelayaran strategis, dan perang tarif membuat rantai pasok global kian rentan.

Baca juga : PERURI Perkuat Ketahanan Digital Dukung Ekosistem AI Berkelanjutan

Yukki melihat, AI membantu pelaku usaha membaca lanskap perdagangan yang terdisrupsi, mengumpulkan data akurat, dan mengintegrasikannya ke operasional bisnis lebih efisien.

"Untuk itu, perusahaan logistik di Indonesia harus adaptif terhadap AI, termasuk menyiapkan kapasitas SDM. AI bisa menjadi game changer dalam mengakselerasi daya saing logistik nasional," ujarnya.

Ia menambahkan, momentum adopsi AI saat ini harus dimanfaatkan agar sektor logistik nasional terintegrasi dalam perdagangan global pasca perang tarif.

"Yang terpenting, akselerasi AI akan membantu sektor ini berkontribusi lebih besar terhadap target pertumbuhan ekonomi 8 persen Presiden Prabowo," tuturnya.

Baca juga : Pemerintah Ingin Ekonomi Tumbuh Dan Berdaya Saing

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ariyo DP Irhamna mengatakan peran Pemerintah dalam menyiapkan infrastruktur logistik dan digital.

"Kalau faktor AI diikutsertakan, pelaku industri akan memberi perhatian serius untuk mengadopsinya dalam operasional bisnis," ujar Ariyo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.