Dark/Light Mode

Perkuat K3 & Keamanan, PLN UIP Jawa Bagian Barat Gelar Simulasi Tanggap Darurat

Selasa, 30 September 2025 08:50 WIB
PLN UIP Jawa Bagian Barar menggelar Simulasi Tanggap Darurat Huru-Hara dan Penjinakan Bahan Peledak (Jihandak) yang digelar di lingkungan kantor. (Foto: Dok. PLN UIP JBB)
PLN UIP Jawa Bagian Barar menggelar Simulasi Tanggap Darurat Huru-Hara dan Penjinakan Bahan Peledak (Jihandak) yang digelar di lingkungan kantor. (Foto: Dok. PLN UIP JBB)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) terus memperkuat budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Keamanan (K3 dan KAM), dalam mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah kerjanya.

General Manager PLN UIP JBB, Yasir mengatakan, salah satu langkah nyata diwujudkan melalui Simulasi Tanggap Darurat Huru-Hara dan Penjinakan Bahan Peledak (Jihandak) yang digelar di lingkungan kantor PLN UIP JBB.

Menurutnya, kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap semester ini bagian dari pemenuhan kinerja maturity level K3 dan KAM.

Hal ini, kata Yasir, krusial mengingat PLN UIP JBB menangani berbagai proyek strategis nasional, termasuk pembangunan transmisi dan gardu induk yang sebagian berada di wilayah rawan potensi gangguan keamanan.

Karenanya, dengan adanya simulasi, pihaknya berupaya memperkuat kesiapsiagaan seluruh pegawai, termasuk Tenaga Alih Daya (TAD) dalam menghadapi potensi risiko yang dapat mengganggu jalannya pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Baca juga : Pertagas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pertanian Berkelanjutan

Yasir menambahkan, simulasi ini bukan sekadar latihan formalitas, melainkan strategi nyata untuk memastikan seluruh insan PLN UIP JBB siap menghadapi berbagai skenario darurat.

“Simulasi ini tidak hanya melatih tim tanggap darurat, tetapi juga menguji kesiapsiagaan seluruh insan PLN UIP JBB dalam menghadapi potensi kerusuhan," ujar Yasir, melalui keteramganmya, Selasa (30/9/2025).

Ia mengaku, dari kegiatan ini bisa mengidentifikasi kelemahan prosedur untuk segera diperbaiki agar sistem tanggap darurat semakin solid.

Adapun, kegiatan yang diikuti seluruh pegawai dan TAD Kantor Induk ini berlangsung dalam tiga sesi utama. Yang mana pada sesi pertama, dilakukan simulasi huru-hara selama 45 menit dengan skenario demonstrasi pelanggan yang menuntut penurunan tarif listrik.

Yasir menambahkan, dalam simulasi tersebut, massa melakukan audiensi dengan manajemen hingga akhirnya membubarkan diri secara tertib.

Baca juga : Bangun Ekonomi Jawa Barat, Unpar Sosialisasi KUR Perumahan Prabowo

Sesi kedua, sambung dia, diisi peragaan penjinakan bahan peledak oleh Tim Gegana Brigade Mobil Polisi Republik Indonesia (Brimob Polri).

Dalam peragaan ini, ditunjukkan prosedur pengamanan area, pemeriksaan benda mencurigakan, hingga metode penjinakan yang dilakukan secara profesional.

"Proses ini sekaligus menjadi sarana edukasi praktis bagi seluruh pegawai, mengenai pentingnya kecepatan, ketelitian dan koordinasi dalam menghadapi ancaman nyata di lapangan," kata Yasir.

Sedangkan, sesi ketiga ditutup dengan evaluasi menyeluruh terhadap jalannya simulasi, mencakup penilaian efektivitas prosedur tanggap darurat, koordinasi antar tim, hingga identifikasi area yang masih perlu ditingkatkan sebagai bagian dari komitmen perbaikan berkelanjutan.

Yasir berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan kinerja K3 dan KAM di lingkungan UIP JBB.

Baca juga : Uji Ketahanan Krisis, PLN EPI Gelar Simulasi BCP

"Sekaligus, memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan strategis di wilayah Jawa Bagian Barat berjalan aman, lancar dan tepat," ujarnya.

Di kesempatan yang sana, Kepala Urusan Keuangan Satuan Kimia, Biologi, Radioaktif dan Nuklir (Kaurkeu Sat KBRN) Pasukan Gegana Brimob Polri Ipda Gede Sudiana, mengapresiasi langkah proaktif PLN UIP JBB karena kolaborasi ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapan semua pihak dalam menghadapi potensi ancaman.

"Melalui simulasi bersama, kita bisa memastikan koordinasi berjalan baik dan semua orang memahami perannya ketika terjadi situasi darurat,” ujar Gede.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.