Dark/Light Mode

YIPB & Grab-OVO Tinjau Program MBG Untuk Anak Berkebutuhan Khusus Di Banten

Minggu, 5 Oktober 2025 15:41 WIB
Ketua Pelaksana Harian YIPB, Cahaya Manthovani (tengah) bersama perwakilan Grab-OVO meninjau dapur mitra UMKM Omah Kulina di Banten. (Foto: YIPB)
Ketua Pelaksana Harian YIPB, Cahaya Manthovani (tengah) bersama perwakilan Grab-OVO meninjau dapur mitra UMKM Omah Kulina di Banten. (Foto: YIPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang didanai pihak swasta. YPIB bersama Grab-OVO secara berkala melakukan inspeksi untuk memastikan standar keamanan dan kualitas pelaksanaan makan bergizi gratis. 

Dalam kegiatan ini, YIPB bersama Grab-OVO mengunjungi pelaksanaan program MBG di Banten. Selaku mitra pengelola program, YPIB memulai kegiatan ini dengan meninjau mitra UMKM Omah Kulina. Di sini, YPIB dan Grab-OVO memeriksa kebersihan dapur dan standar operasional penyediaan makanan. 

Setelah itu, YPIB dan Grab-OVO ke Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 & 02 sebagai penerima manfaat. Terakhir mengunjungi MBG Command Center di kantor GrabSupport, Jakarta Selatan.

Ketua Pelaksana Harian YIPB, Cahaya Manthovani menyampaikan kolaborasi pihaknya dan Grab-OVO telah berjalan dengan baik. Bahkan, kerap menjadi contoh sinergi lintas sektor.

Baca juga : Kemendukbangga Gandeng10 Perusahaan Di Jateng

"Ini adalah bukti kerja sama antara sektor publik dan swasta dapat menghasilkan solusi konkret untuk menjamin pemberian makanan sehat dan bergizi bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Kami melihat masih banyak sekolah khusus di Banten yang belum tersentuh program serupa, dan inisiatif MBG swasta ini merupakan yang pertama di provinsi tersebut,” kata Cahaya, dalam keterangannya, Minggu (5/10/2025). 

Ia menjelaskan program MBG swasta dirancang dengan sistem pengawasan standar gizi dan tata kelola end-to-end berbasis digital. Tujuannya untuk memastikan asupan nutrisi tetap terjaga.

“Banyak siswa berkebutuhan khusus memiliki pantangan makanan tertentu. Karena itu, kami memastikan makanan yang diberikan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman, bersih, dan sesuai kebutuhan. Kami juga berterima kasih atas dukungan dan kerja sama dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan di setiap kota dan kabupaten,” tambahnya.

Kolaborasi ini melibatkan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat. Mulai dari proses pemilihan sekolah penerima manfaat hingga seleksi dan edukasi bagi mitra UMKM penyedia makanan. Pendampingan intensif dilakukan melalui inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga diskusi terkait gizi, alergi, dan kebutuhan makanan khusus siswa.

Baca juga : Pratikno Kirimkan Tim Khusus Dan Beri Bantuan

Ketua Pembina YIPB, Maya Miranda Ambarsari menekankan pentingnya gotong royong lintas sektor untuk memperkuat ketahanan gizi nasional.

“Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi pihak swasta dan pemanfaatan teknologi digital dapat mendukung program strategis nasional di bidang gizi dan ketahanan pangan. Kehadiran MBG Swasta ini diharapkan dapat menjadi model pelengkap bagi program MBG pemerintah dan direplikasi di berbagai program sosial lainnya,” ujarnya.

“Melalui pemanfaatan teknologi dan sistem pengawasan yang terus kami evaluasi dan perketat, kami berupaya memastikan distribusi makanan berjalan transparan, aman, serta mendukung keberlanjutan UMKM lokal dan kantin sekolah,” tutup Maya.

Sementara itu, Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi menjelaskan program MBG dirancang berdasarkan tiga pilar utama. Pertama, pemanfaatan teknologi untuk menciptakan proses distribusi makanan bergizi yang efisien dan transparan melalui sistem real-time berbasis aplikasi Grab.

Baca juga : Pemerintah Siapkan Program Magang Berbayar, Lulusan Baru Digaji Sesuai UMP

Kedua, penerapan protokol standar keamanan, kebersihan dan gizi sesuai rekomendasi ahli gizi serta Dinas Kesehatan dengan mengacu pada standar Badan Gizi Nasional. Ketiga, pemberdayaan UMKM dan kantin sekolah guna menciptakan dampak ekonomi positif di tingkat lokal.

Selain jajaran YIPB, kegiatan inspeksi ini juga dihadiri oleh Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra dan Director, ID Commercial, Strategic Partnership & Multimoda Grab Indonesia, Kertapradana.

Saat ini, program CSR yang diinisiasi YIPB bersama Grab-OVO telah menjangkau 18 sekolah khusus (SKh) swasta dan negeri di lima kota/kabupaten di Provinsi Banten, yaitu Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Serang, dan Kota Cilegon. Sejak diluncurkan pada April 2025, program ini telah melibatkan 12 pelaku UMKM. Termasuk dapur kantin sekolah yang melayani lebih dari 2.200 anak berkebutuhan khusus dan guru. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.