Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Terbesar Di ASEAN, Tangki Raksasa Lawe-Lawe Jadi Ikon Baru Ketahanan Energi RI
Rabu, 8 Oktober 2025 19:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kilang Pertamina Internasional (KPI) telah menyelesaikan pembangunan dua unit tangki raksasa baru di Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat manajemen inventori minyak mentah dalam rangka mendukung pengoperasian unit-unit utama hasil proyek Refinery Development Master Plan(RDMP) Balikpapan–Lawe-Lawe.
Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, mengatakan dua tangki baru tersebut berlokasi di Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. “Tangki ini merupakan tangki terbesar di regional Asia Tenggara. Satu tangki memiliki kapasitas sebesar satu juta barel. Dengan pembangunan dua tangki, maka terdapat tambahan kemampuan inventori Kilang Balikpapan sebanyak dua juta barel,” ujar Milla.
Secara ukuran, tangki ini memiliki diameter mencapai 110 meter. Luas alas tangki bahkan melebihi lapangan sepak bola dan hampir setara dengan 47 lapangan padel standar. Tangki ini menggunakan plat baja dengan ketebalan hingga 43 milimeter, sementara total panjang pengelasan mencapai 20 kilometer untuk satu tangki.
Terminal Lawe-Lawe, tempat tangki ini dibangun, memiliki fungsi strategis bagi pengoperasian Kilang Balikpapan. “Di terminal ini terdapat tangki-tangki penyimpanan bahan baku minyak mentah sebelum dikirimkan ke Kilang Balikpapan untuk diolah,” jelas Milla.
Baca juga : PHE Perkuat Rantai Pasok Migas untuk Jaga Ketahanan Energi Nasional
Pengoperasian Terminal Lawe-Lawe juga didukung dengan keberadaan Single Point Mooring (SPM), yaitu sistem dermaga terapung yang menjadi pintu masuk aliran minyak mentah. Melalui proyek RDMP Balikpapan–Lawe-Lawe, KPI telah menyelesaikan pemasangan satu unit SPM baru yang memungkinkan kapal tanker berbobot hingga 320.000 DWT untuk berlabuh di sana.
“Pengoperasian SPM baru ini akan meningkatkan fleksibilitas pengiriman minyak mentah, karena sebelumnya Kilang Balikpapan juga telah mengoperasikan SPM dengan kapasitas 150.000 DWT,” kata Milla.
SPM baru tersebut terhubung ke Terminal Lawe-Lawe melalui pipa besar berdiameter 52 inci dengan panjang sekitar 20,2 kilometer, di mana sekitar 13,9 kilometer berada di laut dan sisanya di darat.
Selanjutnya, untuk penyaluran minyak mentah dari Terminal Lawe-Lawe ke Kilang Balikpapan, proyek RDMP Balikpapan–Lawe-Lawe juga telah menyelesaikan pembangunan pipa berukuran 20 inci sepanjang sekitar 18,9 kilometer. Dari total tersebut, sekitar 14,4 kilometer berada di darat dan sisanya melintasi Teluk Balikpapan.
Baca juga : Toleransi Dan Amanah Jadi Pondasi Kebersamaan Polri Dengan Rakyat
Proyek pembangunan tangki di Lawe-Lawe dimulai sejak Oktober 2019. Menurut Milla, seiring dengan semakin majunya perkembangan proyek RDMP Balikpapan secara keseluruhan, KPI menargetkan pengisian perdana minyak mentah di tangki baru ini akan dilakukan pada awal November 2025.
“Seluruh proyek yang dilaksanakan di Lawe-Lawe juga memberikan dampak positif terhadap pemakaian produk-produk dalam negeri. Tercatat angka TKDN proyek Lawe-Lawe hingga Desember 2024 mencapai 40,49 persen,” ujar Milla.
Tangki raksasa di Lawe-Lawe menjadi salah satu komponen penting dalam proyek RDMP Balikpapan–Lawe-Lawe yang bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Selain itu, keberadaan tangki ini juga membuat manajemen inventori bahan baku minyak mentah menjadi lebih efektif dan efisien, serta mendukung produksi bahan bakar berkualitas tinggi.
“Ini adalah langkah nyata KPI dalam mendukung pengembangan industri migas nasional yang modern dan berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi ketahanan energi nasional,” tandas Milla.
Baca juga : Menteri PU: Infrastruktur Jadi Perisai Ketahanan Bangsa
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas kilang pengolahan demi mendukung kebutuhan BBM domestik dan mewujudkan swasembada energi nasional. Tangki pada storage Pertamina Lawe-Lawe menjadi salah satu kekuatan baru, terutama untuk memenuhi kebutuhan Kilang Balikpapan yang akan meningkat seiring rampungnya program RDMP Balikpapan pada akhir 2025.
“Kilang-kilang Pertamina telah memenuhi 70 persen kebutuhan BBM dalam negeri. Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, didukung tangki raksasa Lawe-Lawe, kekuatan Pertamina untuk memasok BBM secara nasional akan semakin meningkat,” ujar Fadjar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya