Dark/Light Mode

MilikiRumah Genjot Ekosistem Rent to Own, Dukung Program Kementerian PKP

Kamis, 9 Oktober 2025 09:38 WIB
Foto: Dok. MilikiRumah
Foto: Dok. MilikiRumah

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mendorong pembangunan program 3 juta rumah, khususnya mendukung pembiayaan bagi pekerja informal.

President Director MilikiRumah, Marine Novita mengatakan, sebagai perusahaan rintisan di bidang social property technology (proptech) dan financial technology (fintech), MilikiRumah sangat mendukung percepatan kepemilikan rumah di Indonesia.

Menurutnya saat ini sekitar 60 persen angkatan kerja di Indonesia bekerja di sektor informal atau berstatus pendapatan tidak tetap.

Selain itu, ada 16 juta nasabah yang terlibat pinjaman online (pinjol) dengan tingkat kredit macet (NPL) yang terus meningkat.

“Situasi tersebut menyebabkan semakin banyak calon konsumen yang tidak bisa melanjutkan proses pembelian rumahnya melalui kredit pemilikan rumah (KPR). Sejumlah developer mengungkapkan calon pembeli yang terkendala seperti ini mencapai 2/3 dari total leads atau prospek yang masuk,” ujar Marine Novita di Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Di saat yang sama dengan upaya pemerintah menyiapkan skema Rent to Own pembiayaan sewa-beli, MilikiRumah juga mengembangkan ekosistem Rent to Own bersama developer perumahan dan perbankan untuk memberi kesempatan kepada lebih banyak calon pembeli rumah termasuk mereka yang belum bisa mengambil KPR.

Melalui program Rent to Own yang disebut sebagai Pra KPR oleh MilikiRumah, calon pembeli rumah dapat membangun riwayat kemampuan pembayaran atau Repayment Capacity (RPC) sambil memperbaiki kondisi-kondisi lain seputar keuangan pribadi dan usaha (bagi UMKM) dengan pendampingan dari MilikiRumah.

Baca juga : Wamen Fahri dan Menko PM Bahas Program Perumahan

Proses ini akan meningkatkan kesempatan untuk lolos ke KPR karena didesain khusus untuk masing-masing kondisi calon pembeli rumah dengan proses analisis yang dibantu teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Saat ini, kata Marine, sebanyak 29 proyek hunian dari 15 developer terkemuka di wilayah Jabodetabek telah mengadopsi teknologi AI yang dikembangkan MilikiRumah tersebut untuk memproses data para calon pembeli rumah dengan lebih cepat, lebih akurat dan responsif.

Marine menambahkan, upaya membangun ekosistem Rent to Own dengan teknologi AI dan Machine Learning juga tengah dikembangkan dengan pihak perbankan.

Bahkan, MilikiRumah telah menjalin kemitraan dengan Bank Tabungan Negara (BTN) untuk program Rent to Own, setelah dapat membuktikan kelancaran dan kemampuan bayarnya selama satu tahun ke depan.

Marine mengungkapkan, rencana MilikiRumah untuk menggalang pendanaan RTO Fund sebagai alternatif pembiayaan skema Rent to Own sambil di saat yang sama menawarkan imbal balik yang menarik bagi investor.

Ekosistem Rent-to-Own yang sedang dirintis ini, lanjutnya, membutuhkan kerja sama semua stakeholder dan regulator.

Program Pra KPR yang sedang dijalankan MilikiRumah ditujukan untuk membantu segmen underbanked yang jumlahnya cukup besar.

Baca juga : Gema Bangsa Dukung Kementerian Haji dan Umrah

“Kami di MilikiRumah melalui Rent to Own Pra KPR siap membantu pemerintah untuk mencapai target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi FLPP di tahun 2025, serta program 3 juta rumah,” ujar Marine.

Teknologi AI atau produk SaaS (Software as a Service) dari MilikiRumah diakui banyak pengembang sangat membantu proses pengecekan latar belakang dan profil prospek dari calon konsumen pembeli rumah.

President Director dari Easton Urban Capital, William Liusudarso mengatakan pihaknya menggunakan produk SaaS dari MilikiRumah untuk membantu tim sales agar lebih memahami kebutuhan dan kondisi konsumen.

“Sehingga upaya yang dilakukan bisa lebih fokus dan akurat,” ujarnya.

Direktur Sakura Land, David Sulistyo mengatakan, sangat antusias menggunakan produk teknologi AI dari MilikiRumah.

"Dengan memanfaatkan teknologi ini, pihaknya bisa melayani konsumen dengan lebih responsif. Proses pengajuan KPR juga terasa lebih simple,” ungkapnya.

President Director Winland Development, Candra Wiantono menambahkan produk SaaS dari MilikiRumah membantu pengembang untuk melayani konsumen dengan lebih baik.

Baca juga : Firnando Ganinduto Puji Kinerja Himbara Dukung Program Strategis Pemerintah

“Manajemen kami juga dapat mengecek sejauh mana perkembangan sales-nya,” kata Candra.

Marketing Communications Manager MAS Group, Damar Adiputro mengaku pengembang saat ini dituntut untuk lebih proaktif dan responsif terhadap kebutuhan konsumen.

“Kami antusias dengan produk SaaS dari MilikiRumah karena dengan tools ini kami bisa lebih responsif terhadap konsumen,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang konsumen Pra KPR dari MilikiRumah: Nabila (23 tahun) mengungkapkan dirinya selama ini telah merintis usaha klinik bersama dengan orangtuanya.

Sambil melanjutkan usaha, orangtua Nabila juga mendorongnya untuk segera memiliki rumah. Statusnya saat ini sebagai mahasiswa dan usaha klinik rintisan, membuatnya sulit mendapat KPR dari bank.

“MilikiRumah menawarkan solusi agar saya dapat segera memiliki rumah, yaitu melalui program Pra KPR. Saya didampingi dan usaha klinik kami juga dituntun agar menjadi lebih profesional,” tutur Nabila.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.