Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago mendukung usulan penambahan anggaran Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian P2MI) sebesar Rp 1,3 triliun. Sebelumnya, pagu indikatif anggaran Kementerian P2MI tahun 2026 hanya berjumlah Rp 285 miliar.
Irma memandang pentingnya penambahan anggaran tahun 2026 untuk Kementerian P2MI agar program strategis penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia menjadi maksimal. Sebagai penyumbang terbesar devisa negara, pekerja migran Indonesia harus terjamin hidupnya di luar negeri.
"Tentu, oleh karena itu kami Komisi IX menyepakati usulan penambahan anggaran tersebut. Karena pekerja migran Indonesia adalah penghasil devisa negara, setelah sawit," kata Irma melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat (11/7/2025).
Irma menjelaskan, pekerja migran Indonesia memiliki sumbangsih yang besar terhadap negara. Sumbangan devisa negara mereka melalui remitansi tidak hanya menggerakan roda perekonomian bangsa, tapi juga memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
"Oleh karena itu, pelindungan dan pemberdayaannya sudah sepantasnya diperhatikan dan di-support," ucap Irma.
Baca juga : Pramono Anggarkan Rp 4 Triliun Untuk Kendalikan Banjir Ibu Kota
Komisi IX DPR mendukung usulan tambahan pagu anggaran tahun 2026 KemenP2MI menjadi sebesar Rp1,3 triliun dalam rapat bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Rabu (9/7/2025). Setelah disetujui, usulan itu akan disampaikan ke Badan Anggaran (Banggar) DPR.
"Sesuai kesimpulan rapat, iya" jelas politisi NasDem itu.
Pagu indikatif anggaran Kementerian P2MI tahun 2026 hanya berjumlah Rp 285 miliar, yang kemudian dipotong 92 persen untuk belanja pegawai, dan tersisa Rp 2 miliar baru bisa dimanfaatkan untuk program pelindungan, penempatan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia. Irma pun merasa miris dengan anggaran yang diperoleh Kementerian P2MI.
Menurutnya, angka tersebut tidak logis untuk menjamin besarnya angka pekerja Indonesia di luar negeri. "Tidak masuk akal, untuk melindungi buruh migran kita yang mencapai jutaan," kata Irma.
Di sisi lain, Irma menuturkan, banyaknya peluang kerja di luar negeri merupakan alternatif di tengah tingginya kebutuhan lowongan kerja di tanah air yang sangat disayangkan jika tidak ditangkap.
Baca juga : JTrust Bank Dukung Penataan Kawasan Heritage Jakarta
Namun yang perlu dicermati, kata dia, program pelindungan dan pemberdayaan pekerja migran yang dijalankan pemerintah lewat KemenP2MI harus lebih dahulu didukung penuh.
"Pekerja migran Indonesia saat ini, adalah jalan keluar dari sempitnya lapangan kerja di dalam negeri," tutur Irma.
Sebelumnya, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding mengungkapkan, dibutuhkan anggaran yang baik untuk meningkatkan tata kelola dan menjalankan program prioritas pekerja migran Indonesia. Sebab itu, kata dia, KemenP2MI mengusulkan penambahan anggaran untuk tahun 2026.
"Memang relatif sangat kecil untuk program pelindungan dan penempatan. Karena itu, kami sudah rapat dengan Komisi IX dan prinsipnya mereka mendukung penambahan Rp1,3 triliun," kata Menteri Karding usai rapat bersama Komisi IX DPR dengan KemenP2MI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Rabu (9/7/2025).
Menurutnya, jika tambahan anggaran disetujui, alokasi terbesar akan digunakan untuk memperkuat program penempatan pekerja migran Indonesia lebih serius lagi, dengan peningkatan kualitas keterampilan.
Baca juga : Bacakan Pledoi, Hasto Singgung Ada Pengaruh Kepentingan Politik di Kasusnya
Selain penempatan, KemenP2MI juga fokus pada penguatan infrastruktur pelindungan, peningkatan pelatihan, serta pembangunan tata kelola dan layanan yang lebih efisien, mudah dan murah.
"Kami ingin mendorong penempatan pekerja migran yang lebih terampil, agar bisa mengurangi pengangguran dalam negeri dan membuka lapangan kerja baru," ujar Menteri Karding.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya