Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Meski Ekonomi Dunia Masih Gonjang-ganjing
Industri Jasa Keuangan RI Tetap Berdaya Saing
Jumat, 10 Oktober 2025 06:35 WIB
Sebelumnya
Dari sisi likuiditas industri perbankan pada Agustus 2025, tetap memadai dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/ NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing di level 120,25 dan 27,25 persen.
“Angka ini di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 202,61 persen,” ungkapnya.
Dian mengatakan, kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) gross perbankan 2,28 persen dan NPL net 0,87 persen.
Baca juga : Airlangga Yakin, Ekonomi Syariah Kita Jadi Jawara
Kemudian, untuk Loan at Risk (LAR) relatif stabil di level 9,73 persen. Rasio LAR tercatat stabil seperti di level sebelum pandemi.
Adapun ketahanan perbankan Indonesia pada Agustus 2025 tetap kuat. Ini tercermin dari permodalan (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan yang tinggi sebesar 26,03 persen.
“Angka ini menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat ditengah kondisi ketidakpastian global,” kata Dian.
Baca juga : Transportasi Publik Ramah Kucing Liar
Kemudian dari sisi pasar modal, per September 2025 mencatatkan kinerja yang positif. Ini terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kapitalisasi pasar, dan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) kompak membukukan rekor tertinggi.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyebut, IHSG pada September 2025 ditutup di level 8.061,06 atau mengalami penguatan sebesar 2,94 persen secara bulanan ataumonth-to-date (mtd).
“IHSG menguat 13,86 persen secara year to date (ytd), dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 14.890 triliun,” rincinya.
Baca juga : Dituntut 7 Tahun Bui, Eks Pejabat Disbud Menangis
Tak hanya itu, IHSG juga sempat mencetak All Time High (ATH) di level 8.126,56 pada Rabu (24/9/2025), yang sejalan dengan kapitalisasi pasar yang mencapai Rp 14.995 triliun pada Senin (29/9/2025).
“Likuiditas transaksi saham pada September 2025 terpantau meningkat, didominasi oleh investor domestik. RNTH saham pada September 2025 sempat mencetak rekor tertinggi Rp 24,02 triliun,” jelas Inarno. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya