Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenperin Ajak SAIC Jadikan RI Pusat Produksi Mobil Listrik ASEAN
Sabtu, 11 Oktober 2025 19:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kerja sama dengan SAIC Motor Corp., Ltd. untuk mengembangkan kendaraan ramah lingkungan dan memperluas ekspor otomotif di kawasan ASEAN.
Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko S.A. Cahyanto, mewakili Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, bertemu dengan jajaran pimpinan SAIC Motor yang dipimpin Vice President Zang Qing di Shanghai, Kamis (9/10) waktu setempat.
“Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi kepada SAIC Group atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dengan memperbanyak lini produk kendaraan ramah lingkungan yang sesuai dengan karakteristik konsumen Indonesia,” ujar Eko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (10/10).
SAIC Motor merupakan perusahaan otomotif milik negara Tiongkok yang berkantor pusat di Shanghai dan termasuk salah satu produsen mobil terbesar di dunia dengan merek seperti Wuling, MG, Baojun, dan Maxus. Perusahaan ini memiliki empat basis produksi global di Pakistan, India, Thailand, dan Indonesia, serta mencatat penjualan sekitar tiga juta unit per tahun di pasar Eropa.
Eko menjelaskan, melalui PT SGMW Motor Indonesia, SAIC telah membangun fasilitas manufaktur kendaraan dan kawasan industri pemasok di Cikarang sejak 2015. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan fasilitas produksi baterai lokal, MAGIC Battery Wuling, sebagai bagian dari ekosistem kendaraan listrik nasional.
Baca juga : Telkomsel Serahkan Grand Prize Mobil Listrik ke Pemenang SIMPATI HOKI
“Kami mengapresiasi PT SGMW Motor Indonesia yang telah memproduksi kendaraan komersial listrik dengan tingkat TKDN lebih dari 40 persen. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kebijakan pemerintah mempercepat transisi menuju industri otomotif rendah emisi,” ujarnya.
Saat ini, PT SGMW bekerja sama dengan lebih dari 77 pemasok lokal dalam pengembangan rantai pasok di dalam negeri. Perusahaan menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) mencapai 60–80 persen dalam beberapa tahun ke depan.
Untuk mendukung target tersebut, PT SGMW menjalin kemitraan dengan PT Gotion dan CATL melalui PT Unified Advanced Battery System Indonesia (UABS) guna memproduksi baterai BEV di dalam negeri.
Perusahaan juga menargetkan ekspor mencapai lebih dari 11 persen dari total produksi pada tahun 2025, atau sekitar 10.000 unit ke 15 negara. Selain kendaraan listrik, PT SGMW juga mengembangkan model ICE, HEV, BEV, dan PHEV, serta bersiap meluncurkan SUV-C hemat bahan bakar dengan akselerasi awal yang lebih cepat.
Perluas Pasar ASEAN
Baca juga : Pelita Air Luncurkan Program High Spender, Hadiah Mobil Listrik BYD
Selain pasar domestik, SAIC juga menargetkan ekspansi ke pasar ASEAN. Hingga 2025, perusahaan telah membangun lebih dari 170 gerai penjualan dan layanan purna jual di Indonesia untuk merek Wuling, MG, dan Maxus, serta tengah menyiapkan showroom merek ganda di Jakarta sebagai bagian dari strategi regional.
Dalam pertemuan tersebut, SAIC menyampaikan harapan agar Pemerintah Indonesia melanjutkan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) bagi kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) penumpang di bawah 10 orang dan kendaraan BEV bus. Perusahaan juga mengusulkan perluasan insentif untuk kendaraan komersial BEV seperti MitraEV, serta dukungan untuk model HEV, PHEV, dan REEV agar masuk kategori Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).
Menanggapi hal itu, Eko menyampaikan bahwa pemerintah tengah membahas keberlanjutan dan perluasan insentif tersebut secara internal. “Kami mengapresiasi investasi dan komitmen PT SGMW dalam pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia,” ujarnya.
Kemenperin juga mendorong SAIC memperbanyak variasi produk sesuai selera pasar domestik dan menambah investasi untuk meningkatkan nilai TKDN. Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong SAIC meningkatkan kapasitas ekspor kendaraan listrik buatan Indonesia agar memperkuat posisi Tanah Air sebagai pusat produksi dan ekspor EV di ASEAN.
“Kami berharap SAIC dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai rencana investasi berikutnya di Indonesia, khususnya yang terkait pengembangan platform elektrifikasi dan teknologi baru,” kata Eko.
Baca juga : Menteri Maman Ajak Anggota HMI Jadi Pengusaha
Ia menegaskan, kolaborasi strategis antara pemerintah dan pelaku industri otomotif global seperti SAIC penting untuk mempercepat transformasi menuju industri otomotif rendah emisi. “Indonesia berkomitmen menjadi pemain utama dalam rantai pasok kendaraan listrik global, dan SAIC merupakan mitra penting dalam mewujudkan visi tersebut,” tegasnya.
Eko menambahkan, Kemenperin terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif serta menyiapkan berbagai insentif bagi pengembangan kendaraan listrik dan komponennya, termasuk baterai dan sistem penggerak listrik.
“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah dan pelaku industri, kami optimistis Indonesia dapat menjadi hub kendaraan listrik di kawasan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya