Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Swedia Pesta Gol 5-1 ke Gawang Tunisia
- S3 Ilmu Hukum Universitas Borobudur Tawarkan Pendidikan Berkualitas Berstandar Internasional
- PLN EPI Dorong CBG dari Limbah Sawit untuk Kurangi Emisi dan LNG
- Khofifah Ajak Alumni FH Unair Buka Peluang Magang Bagi Mahasiswa
- Tampung 245.980 Murid Baru, Disdik DKI SPMB Objektif, Transparan dan Inklusif
Rombak Direksi Dan Angkat Komisaris Baru
Garuda Indonesia Perkuat Agenda Restrukturisasi
Kamis, 16 Oktober 2025 06:35 WIB
Sebelumnya
Dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045, Danantara Indonesia sangat ingin sebuah flag carrier nasional sehat dan berkembang.
“Serta menguasai jalur-jalur domestik, termasuk Kawasan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal),” pungkasnya.
Glenny merupakan purnawirawan TNI yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris di Garuda Indonesia. Sedangkan Balagopal, sebelumnya menjabat sebagai Divisional Vice President Financial Services di Singapore Airlines. Dia tercatat telah berkarier di flag carrier milik Singapura itu sejak tahun 2000.
Sementara Neil Raymond Mills, diketahui pernah berkarier di Green Africa Airways Ltd, dan di beberapa maskapai internasional seperti Air Berlin, Spicejet Limited hingga Dubai Aviation Corp.
Baca juga : Kembangkan Green-Enabling Super Grid, Indonesia Dan Jepang Garap Energi Hijau
Terpisah, Pengamat Ekonomi dan BUMN dari NEXT Indonesia Center Herry Gunawan mengatakan, menyambut baik perombakan tersebut. Dia berharap, akan ada perbaikan yang terjadi di tubuh Garuda.
“Salah satunya, dengan memasukkan WNA yang memang berpengalaman di perusahaan penerbangan lain itu, tentunya ada harapan,” kata Herry kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Dengan susunan direksi yang baru, ditambah adanya nomenklatur baru, yakni Direktur Transformasi yang diisi oleh Neil Raymond Mills, Herry meyakini hal ini sangat menjanjikan.
Sebab, imbuhnya, ada anggota direksi yang ditunjuk secara khusus untuk melakukan transformasi atau restrukturisasi di Garuda.
Baca juga : Pram: Kami Tidak Bisa Puaskan Semua Orang
“Apalagi yang ditunjuk juga punya pengalaman memadai, dalam restrukturisasi dan pengelolaan bisnis operator penerbangan internasional,” katanya optimistis.
Dari dua komposisi yang baru, yang kebetulan diisi oleh ekspatriat, yakni Direktur Transformasi serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, akan membuat kedua eksekutif itu mengambil keputusan tanpa beban, kecuali hanya untuk kepentingan Garuda.
“Duet ini, dalam pandangan saya, akan memperbaiki sektor keuangan dan pengelolaan risiko di Garuda,” ujarnya.
Herry juga melihat, Direktur Transformasi akan fokus pada perbaikan di dua sektor tersebut, karena sangat mendesak untuk dibenahi.
Baca juga : Belum Pastikan Sidang In Absentia, Kejagung Fokus Buru MRC
“Garuda harus fokus pada bisnis intinya. Untuk bisnis-bisnis non-core, dari perhotelan sampai katering, sebaiknya dihapus saja,” imbaunya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya