Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sunny Boy Hutabarat: BBM Etanol Masa Depan Energi Indonesia
Sabtu, 18 Oktober 2025 16:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di balik deru mesin reli dan aroma bensin di lintasan, pereli nasional Sunny Boy Hutabarat punya pandangan berbeda soal bahan bakar masa depan.
Bagi pecinta otomotif sekaligus juara reli nasional itu, langkah Indonesia menuju bahan bakar campuran etanol (E10) adalah babak baru dalam sejarah otomotif dan energi hijau nasional.
“Dari kacamata pecinta otomotif dan pereli, saya melihat ini transformasi yang baik. Karena kita menuju ke green energy. Ini tahapan awalnya, E10,” ujarnya, di Jakarta, Sabtu (18/10/2025).
Menurut Sunny, penggunaan bahan bakar dengan campuran etanol justru membuka potensi besar dalam upaya menekan emisi karbon.
“Pembakarannya lebih bersih. Kalau pembakaran lebih bersih, karbon dari kendaraan juga menurun,” jelasnya.
Baca juga : Pakar: Etanol Di BBM Pertamina Aman Dan Bermanfaat Bagi Lingkungan
Ia menjelaskan, secara teknis bahan bakar beretanol memang memiliki karakter berbeda dibanding bensin murni.
“Konsumsinya sedikit lebih tinggi, karena energi per liternya lebih rendah. Tapi hasil pembakarannya lebih bersih karena kandungan oksigen di dalam etanol lebih banyak,” paparnya.
Sunny sudah merasakan langsung pengalaman menggunakan bahan bakar campuran di luar negeri.
“Saya pernah pakai E10 waktu di Eropa, throttle responnya halus banget. Sama saja kayak bensin biasa, malah lebih lembut. Di sana semua mobil di atas tahun 2018 sudah siap pakai etanol sampai 10 persen,” katanya.
Namun, menurutnya, sosialisasi yang kuat masih dibutuhkan agar masyarakat tak salah paham.
Baca juga : Babak Baru Hubungan Kanada Dan Indonesia
“Perlu sosialisasi. Karena banyak orang menangkap dari berbagai perspektif, jadi kayak kaget. Padahal negara lain seperti Amerika sudah pakai E30 sampai E85, India dan Thailand pun sudah E20,” ucapnya.
Sebagai pembalap reli, Sunny percaya dunia otomotif tak bisa menutup mata terhadap perubahan.
“Transformasi energi ini harus kita lakukan, dan wajib kita dukung. Jangan lihat etanol sebagai ancaman, tapi sebagai solusi masa depan energi Indonesia,” tegasnya.
Ia bahkan berharap langkah ini bisa menjadi warisan baik bagi generasi berikutnya.
“Kita harus memberikan legacy kepada generasi penerus kita. Jangan sampai kita meninggalkan warisan bahwa negara kita belum beranjak ke green energy. Sekarang waktunya berubah,” kata Sunny penuh semangat.
Baca juga : Sekjen GibranKu: MBG Jalan Tol Bangun SDM Indonesia
Langkah Indonesia menuju penggunaan bahan bakar E10 sejalan dengan kebijakan transisi energi bersih yang dijalankan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pemerintah menargetkan peningkatan bauran energi ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.
Program ini menjadi bagian penting dari agenda transisi energi nasional yang tak hanya soal teknologi, tapi juga tentang keberanian bangsa menyalakan “mesin masa depan” yang lebih bersih dan berdaulat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya