Dark/Light Mode

Forum Bisnis Indonesia-Guangdong Perkuat Sinergi Dan Investasi Bilateral

Selasa, 21 Oktober 2025 07:03 WIB
(Dari kiri ke kanan) Deputy Consul General RI di Guangzhou Andalusia Tribuana, Penasehat Khusus PPIT Rahmat Soekasah, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan, Ketua Umum PPIT Ambassador Al Busjra, Consul General RI di Guangzhou Ben Perkasa Drajat, Chairman PPIG Guo Song, dan Chairman Jababeka S.D. Darmono berfoto bersama usai pembukaan Indonesia–Guangdong Business Forum di ICE BSD, Tangerang, Jumat (18/10/2025). Foto: Dok PPIT
(Dari kiri ke kanan) Deputy Consul General RI di Guangzhou Andalusia Tribuana, Penasehat Khusus PPIT Rahmat Soekasah, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan, Ketua Umum PPIT Ambassador Al Busjra, Consul General RI di Guangzhou Ben Perkasa Drajat, Chairman PPIG Guo Song, dan Chairman Jababeka S.D. Darmono berfoto bersama usai pembukaan Indonesia–Guangdong Business Forum di ICE BSD, Tangerang, Jumat (18/10/2025). Foto: Dok PPIT

RM.id  Rakyat Merdeka - Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok (PPIT) bersama Perhimpunan Promosi Perdagangan Guangdong (PPIG) menggelar Indonesia-Guangdong Business Forum di ICE BSD, bersamaan dengan Trade Expo Indonesia (TEI) 2025.

Kegiatan ini menjadi ajang strategis memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya dengan para pelaku usaha dan investor asal Guangzhou.

Falam sambutan pembuka, Ketua Umum PPIT Ambassador Al Busjra menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral.

“Kami berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi dengan Tiongkok, terutama dengan para pelaku usaha dari Guangzhou. Melalui forum ini, kita berharap dapat membuka peluang baru dan mempererat hubungan strategis kedua negara,” ujar Al Busjra.

Baca juga : Sinar Mas Perkuat Ekonomi Hijau Dan Inovasi Di IISF 2025

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Indonesia merupakan pasar terbesar di Asia Tenggara dengan populasi mencapai 280 juta jiwa dan kelas menengah yang terus tumbuh pesat.

“Selain memiliki sumber daya alam yang besar, Indonesia kini berfokus pada hilirisasi industri dan pengembangan sektor strategis seperti energi baru terbarukan, industri baterai, kendaraan listrik, serta pertanian modern,” jelas Iqbal.

Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou, Ben Perkasa Drajat, menegaskan pentingnya peran Guangdong sebagai pusat perdagangan utama di Tiongkok.

“Daerah Guangzhou merupakan kawasan perdagangan terbesar di Tiongkok. Hampir semua barang made in China yang beredar di Indonesia maupun di negara lain berasal dari pabrikan di Guangzhou. Melalui forum ini, kita memiliki peluang besar untuk memanfaatkan jalur perdagangan tersebut agar produk-produk Indonesia juga dapat menembus pasar Guangdong dan sekitarnya,” ungkap Ben Perkasa.

Baca juga : Dubes Dwisuryo Indroyono Soesilo Sumbang Buku Buat SD Hingga Universitas Di AS

Ketua PPIG, Mr. Guo Song, menilai bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk memperdalam hubungan ekonomi yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Tiongkok.

“Kami melihat potensi besar untuk kolaborasi jangka panjang di berbagai sektor strategis,” katanya.

Forum ini dihadiri oleh sekitar 70 pebisnis dan investor delegasi dari Guangzhou, pejabat pemerintah Indonesia, serta kalangan pengusaha nasional.

Dalam wawancara terpisah, Penasehat PPIT Rahmat Soekasah menegaskan bahwa kerja sama ekonomi tidak hanya soal angka dan proyek, tetapi juga tentang kepercayaan dan hubungan jangka panjang.

Baca juga : Fary Francis Ajak AS Buka Kantor Perwakilan Perdagangan Pertama di Batam

“Forum ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi tentang membangun kepercayaan. Semua tahu Indonesia ibarat wanita cantik dan kaya. Tapi kecantikan saja tidak cukup jika perilakunya tidak ramah, mudah marah, tidak konsisten, malas, dan tidak jujur. Kita harus terus berdandan dan memperbaiki kekurangan,” ujarnya.

Rahmat menambahkan, Indonesia perlu menciptakan iklim investasi yang ramah dan efisien melalui reformasi regulasi, penyederhanaan perizinan, pembangunan infrastruktur besar-besaran, dan pemberian insentif fiskal.

“Kami ingin para investor melihat Indonesia bukan hanya sebagai tempat berbisnis, tetapi sebagai mitra strategis jangka panjang yang siap tumbuh bersama,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.