Dark/Light Mode

Tutup Celah Under Invoicing, Purbaya Perkuat Sistem Bea Cukai dengan AI

Rabu, 22 Oktober 2025 15:49 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Noval/RM)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Noval/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus memperkuat pengawasan terhadap praktik perdagangan ilegal dengan mengembangkan sistem pemantauan berbasis Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu. Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, di Jakarta, Rabu (22/10/2025)

Purbaya mengatakan, langkah ini dilakukan untuk menutup celah under invoicing atau pencantuman nilai faktur lebih rendah dari harga sebenarnya yang selama ini menjadi sumber kebocoran penerimaan negara.

"Saat ini teknologi pemantauan Bea Cukai memang sudah cukup canggih, namun belum sepenuhnya optimal dalam mendeteksi potensi pelanggaran secara real time," kata Purbaya. 

Baca juga : DPR Dukung Purbaya Tindak Tegas Oknum Bea Cukai Penghambat UMKM

Dalam tiga bulan ke depan, Kemenkeu akan mengembangkan sistem AI yang mampu memantau aktivitas logistik, termasuk pergerakan kapal dan nilai transaksi yang berpotensi tidak sesuai. Sistem ini dirancang agar bisa langsung memberikan sinyal peringatan terhadap indikasi under invoicing di pelabuhan.

Purbaya menjelaskan, peningkatan sistem pengawasan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan pembentukan Lembaga Nasional Single Window (LNSW) di bawah Kemenkeu sebagai pusat intelijen berbasis teknologi informasi. Lembaga ini akan menjadi simpul integrasi data penerimaan dan distribusi barang lintas instansi.

Untuk memastikan sistem ini berjalan efektif, Purbaya akan menempatkan 10 tenaga ahli terbaik, termasuk pakar matematika dan analisis data, guna memperkuat kemampuan analitik terhadap potensi kebocoran perdagangan dan penerimaan pajak.

Baca juga : Pemerintah Perkuat Sistem Nilai Ekonomi Karbon

"Mereka akan menganalisis kebocoran-kebocoran perdagangan, kalau ada. Kelanjutannya, saya akan perkuat semua LNSW, Bea Cukai, nanti juga Direktorat Jenderal Pajak,” tutur Purbaya.

Ia menegaskan, upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Kementerian Keuangan untuk memperkuat sistem penerimaan negara dari hulu ke hilir. Seluruh proses pemantauan akan terintegrasi melalui command center yang memungkinkan pengawasan aktivitas logistik nasional secara langsung.

“Dari command center saya harap bisa melihat kapal di pelabuhan sedang apa, isinya apa. Jadi, akan kita buat sistem yang terkoneksi betul di sana,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.