Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mendukung langkah baru yang dilakukan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Salah satunya, menangani masalah di perpajakan dan bea cukai.
“Karena ada empat area korupsi terbesar kan yang selalu disebut oleh masyarakat. Satu pajak, dua bea cukai, tiga pertambangan, empat perkebunan,” kata Mahfud dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official dilihat Rabu (7/10/2025).
Mahfud pernah mengungkap transaksi mencurigakan dengan nilai agregat Rp 349 triliun di Kementerian Keuangan. Diawali penelusuran terhadap LHKPN Rafael Alun, pegawai eselon tiga Kemenkeu, yang ternyata sudah dilaporkan sejak 2012 oleh PPATK dalam dugaan TPPU tapi tak kunjung diproses.
Dari pengembangan itu, Mahfud yang saat itu merupakan Ketua Komite Nasional Satgas TPPU mendapati 300 surat senilai Rp 349 triliun dari PPATK terkait itu.
Baca juga : GPPE 2026 Usung Inovasi Percetakan Dan Kemasan Ramah Lingkungan
Sayang, usai ramai, usulan pakar hukum tata negara untuk membuat Pansus ditolak DPR. DPR merekomendasikan Mahfud sebagai Ketua Komite untuk membentuk Satgas TPPU.
Mahfud pun memasukkan sejumlah ahli dan tokoh independen seperti ekonom (alm) Faisal Basri dan eks kepala PPATK, Muhammad Yusuf. Salah satu surat dari PPATK yang ditangani Satgas adalah kasus impor emas dengan transaksi mencurigakan Rp 189 triliun.
Diingatkan, itu baru dari satu kasus importasi emas dari 300 surat PPATK. Menurut Mahfud, ini melibatkan pejabat-pejabat struktural di Kemenkeu.
“Nah, mudah-mudahan Pak Purbaya bisa menangani ini, dan kebetulan Pak Prabowo juga sudah menyediakan Dirjen baru untuk Bea Cukai, sehingga dia tidak terkontaminasi, harus tahu ini, pola ini berlaku di mana-mana," pesannya.
Baca juga : Kopdes Merah Putih Desa Aeng Batu-Batu Bangun Harapan Dan Kesejahteraan Warga
"Yang pemeriksaan Rp 349 triliun itu sekarang sudah 17 orang masuk penjara, masih ada yang dalam proses," ujar Mahfud.
Mahfud mengingatkan, untuk membersihkan pajak dan bea cukai, Purbaya akan menghadapi orang-orang yang dulu pernah pula menekannya saat menangani kasus ini.
Ada yang menekan secara terang-terangan, ada yang ingin menyuap, ada pula yang mengancam.
Mahfud yakin, Purbaya bisa menuntaskan ini. Karena kemampuannya mendobrak kanan dan kiri seperti yang ia tunjukkan di awal-awal menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Baca juga : Muhammadiyah DKI Dukung PAM Jaya Jadi Perseroda, Layanan Lebih Luas Dan Maksimal
“Saya berharap gaya ceplas-ceplos dan spontan Pak Purbaya nampaknya bisa membantu. Sekarang terserah Pak Purbaya, saya kira data-data tentang itu banyak dan sudah ada di berbagai media, sehingga mungkin memang harus melakukan seperti yang dilakukan Pak Prabowo, harus ada reposisi-reposisi, caturnya harus dimainkan,” pesan Mahfud.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya