Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mendengar Detak Jantung di Pagi Pangalengan Bersama Bukit Asam
Sabtu, 25 Oktober 2025 12:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gerimis pagi mengguyur Jakarta. Udara lembap dan dingin menyelinap di antara keramaian Loko Café Stasiun Whoosh Halim. Di sana, puluhan jurnalis dari berbagai media berkumpul dengan semangat yang berbeda dari biasanya.
Tak ada laptop terbuka, tak ada telepon berdering—hanya senyum dan obrolan ringan. Pagi itu bukan rutinitas, melainkan awal dari petualangan bersama PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Kereta cepat Whoosh melesat, meninggalkan ibu kota dalam kedipan mata. Hanya 30 menit kemudian, kami sudah tiba di Padalarang. Dari sana, bus membawa kami menembus jalan-jalan hijau menuju Pangalengan
Namun, petualangan sesungguhnya justru dimulai di sungai—bukan di ruang rapat atau aula hotel seperti biasanya.

Menantang Arus, Melepas Penat
Setibanya di lokasi rafting (arung jeram), semua formalitas hilang. Sepatu kets diganti sandal, dan kemeja berubah jadi vest pelampung warna oranye menyala.
Lima perahu karet siap meluncur di atas air yang mengalir deras. Begitu perahu menembus arus, suasana pecah. Teriakan dan tawa berpadu dengan percikan air sungai yang dingin menusuk kulit.
Dalam satu jam lebih, kami menempuh jalur sejauh empat kilometer, menyusuri jeram dan bebatuan yang mengguncang adrenalin. Wartawan yang biasanya tenang di balik laptop kini berteriak kencang, menantang arus sambil tertawa lepas.
Selesai rafting, suasana berubah menjadi hangat. Tubuh yang menggigil digantikan dengan aroma masakan dan secangkir teh panas.
Baca juga : Mendikdasmen Hadir Berikan Bantuan Bagi Sekolah di Tual dan Maluku Tenggara
Bus kembali membawa kami menuju Nimo Tea Resort, tempat yang seperti keluar dari lukisan: dikelilingi kebun teh hijau menghampar, dengan udara pegunungan yang segar dan sunyi.

Dari Adrenalin ke Aroma Parfum
Setelah check-in, sesi berikutnya membawa kami pada pengalaman yang lebih lembut dan reflektif. Di Glass Room yang berpanorama kebun teh, kami mengikuti Macrame Tumbler Class.
Dengan telaten, jari-jemari kami merangkai benang, membentuk simpul demi simpul menjadi karya seni kecil yang tak hanya indah, tapi juga simbol kesabaran.
Tak lama setelah itu, suasana berganti wangi. Kami diajak mengikuti Perfume Class—mencampur aroma, memilih esens, dan menemukan wangi yang merepresentasikan diri.
Di tengah aktivitas itu, ruangan dipenuhi tawa dan cerita. Dari yang serius meracik dengan konsentrasi tinggi hingga yang iseng mencampur aroma kopi dengan bunga mawar, semua larut dalam suasana santai dan kreatif.
Menjelang malam, Glass Room berubah menjadi ruang penuh kehangatan. Gala Dinner digelar dengan hidangan lezat dan cahaya lampu lembut menembus kaca yang berkabut. Musik pelan mengiringi tawa, dan berbagai fun games memecah keheningan malam.
Hadiah-hadiah menarik—mulai dari smartwatch, headphone JBL, hingga tas eksklusif—menanti pemenang yang beruntung.

Motivasi dari Wahyu Dinata
Namun, momen paling berkesan malam itu bukan sekadar hadiah atau gelak tawa. Ketika suasana mulai tenang, Wahyu Dinata, seorang motivator yang juga dikenal sebagai dosen dan pegiat literasi, naik ke depan ruangan.
Baca juga : Dubes Gede Ngurah Swajaya Jadi Panelis, Paparkan Potensi Ekonomi Tanah Air
Dengan gaya bercerita yang hangat dan jenaka, Wahyu membagikan refleksi sederhana namun dalam: tentang bagaimana setiap orang perlu sesekali “berhenti sejenak untuk mendengar detak jantung sendiri.”
Ia mengajak kami mengingat momen bahagia, menyadari makna kerja keras, dan menemukan kembali semangat yang kadang terkikis rutinitas.
“Kadang kita terlalu sibuk mengejar target, sampai lupa menikmati prosesnya,” ujarnya, disambut anggukan para jurnalis yang terbiasa hidup dengan tenggat waktu.
Malam itu ditutup dengan suasana akrab. Di luar ruangan, udara Pangalengan yang dingin tak mampu memadamkan kehangatan yang tumbuh di antara kami.
Kami pun, menikmati jagung rebus, susu jahe, kopi panas, dan aroma BBQ yang mengepul ke langit malam.
Kabut, Kebun Teh, dan Keheningan
Jumat, 24 Oktober 2025. Alarm berbunyi, memanggil kami menyambut pagi. Namun matahari enggan menampakkan diri. Kabut tebal menggantung di udara, menutupi puncak bukit dan lembah di kejauhan.

Kami tetap melangkah menuju Sky Bridge Nimo Highland, jembatan melengkung di atas kebun teh. Angin dingin menusuk tulang, tapi keindahan yang tersaji di depan mata membuat semuanya terasa sepadan.
Hamparan hijau kebun teh tampak bergelombang seperti samudra hijau, diselimuti kabut tipis yang menari perlahan. Itu bukan sekadar pemandangan, tapi meditasi. Beberapa dari kami berhenti memotret, memilih untuk diam, menikmati keheningan dan keagungan Sang Pencipta.
Baca juga : Elnusa Dukung Ketahanan Pangan dengan Hidroponik di Sekolah Muara Badak
Setelah sarapan di Camellian Sky View, perjalanan berlanjut dengan mencoba wahana Nimo Eye—sebuah biang lala raksasa yang menawarkan pemandangan 360 derajat Pangalengan dari ketinggian.
Dari atas sana, terlihat betapa kecilnya kami di tengah hamparan kebun teh yang luas dan menenangkan.

Menutup Perjalanan dengan Senyum
Menjelang siang, rombongan singgah di Warung Kopi Gunung untuk makan siang sebelum perjalanan pulang.
Beberapa rekan menunaikan salat Jumat, sementara yang lain masih berbagi tawa dan foto-foto terakhir.
Kereta cepat Whoosh membawa kami kembali ke Jakarta pukul 16.53 WIB. Dalam perjalanan pulang, di balik kaca jendela yang memperlihatkan lanskap sore, saya menyadari: media gathering ini bukan sekadar agenda tahunan, tapi ruang jeda—tempat untuk kembali menemukan energi, inspirasi, dan persahabatan.
PTBA tak hanya mengajak kami menikmati alam, tapi juga mengajarkan keseimbangan: bekerja keras, tapi juga tahu kapan berhenti sejenak untuk mensyukuri perjalanan.
"Kegiatan Media Gathering ini bertujuan mempererat silaturahmi antara PTBA dan rekan-rekan media melalui serangkaian kegiatan edukatif dan rekreasi di destinasi wisata alam Bandung," tutur Corporate Communication & Government Relations Department Head PT Bukit Asam Tbk Dinna Permana Setyani, saat menutup rangkaian acara, Jumat (24/10/2025).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya