Dark/Light Mode

Dubes Gede Ngurah Swajaya Jadi Panelis, Paparkan Potensi Ekonomi Tanah Air

Kamis, 23 Oktober 2025 07:07 WIB
Dubes I Gede Ngurah Swajaya (kanan, berdiri) memaparkan potensi Indonesia dalam seminar di Universitas St.Gallen, Swiss, pada 16 Oktober 2025. (KBRI Bern)
Dubes I Gede Ngurah Swajaya (kanan, berdiri) memaparkan potensi Indonesia dalam seminar di Universitas St.Gallen, Swiss, pada 16 Oktober 2025. (KBRI Bern)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bern, Swiss, berkolaborasi dengan Asia Club dan Sicherheitspolitisches Forum, Universitas St. Gallen, menggelar diskusi panel berjudul Indonesia & Switzerland in Dialogue: Free Trade and Economic Security in a Connected World pada 16 Oktober 2025.

Bertempat di Universitas St.Gallen, Swiss, seminar ini untuk meningkatkan pemahaman terhadap Indonesia. Termasuk perkembangan kerja sama Indonesia-Swiss di tengah ketidakpastian ekonomi global sekarang ini.

Seminar ini menghadirkan tiga panelis, yaitu Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein I Gede Ngurah Swajaya, Kepala Divisi Asia Oseania SECO (Kementerian Perekonomian Swiss) Natalie Rast dan Chief Executive Officer Swiss Asian Chambers of Commerce (SACC) Roger Leitner. Dosen Senior/Direktur China Competence Centre, Universitas St.Gallen Tomas Cassas Klett menjadi moderator seminar yang berlangsung selama hampir satu jam ini.

Baca juga : Kopdes Merah Putih Jadi Model Koperasi Masa Depan, Buka Akses Ekonomi Rakyat

Dubes Ngurah Swajaya menyampaikan mengenai pentingnya Indonesia dan Swiss bersama-sama mendorong optimalisasi pemanfaatan perjanjian Indonesia – European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE CEPA) yang telah berlaku efektif sejak 2021, serta pemanfaatan Bilateral Investment Treaty yang telah berlaku efektif pada 2022.

”Tantangan utama bagaimana meningkatkan pemahaman kalangan pengusaha. Khususnya skala kecil dan menengah, untuk dapat optimal memanfaatkan fasilitas CEPA dan BIT dalam peningkatan perdagangan dan investasi,” ujarnya.  

Menurutnya, potensi kerja sama ekonomi Indonesia–Swiss sangat besar. Dalam dua tahun, Swiss menjadi mitra terbesar ke-3 di Eropa untuk perdagangan dan investasi, setelah Belanda dan Jerman.

Baca juga : Menkeu Purbaya Jelaskan APBN Kita: Ekonomi Tetap Kuat di Tengah Perang Tarif

Ekspor Indonesia dalam enam bulan pertama 2025 mencatat kenaikan lebih dari 100 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024. Dalam diskusi ini, Dubes Ngurah Swajaya juga memaparkan posisi Indonesia yang sangat potensial. 

Secara institusional, Indonesia masih memiliki keunggulan, meski kendala-kendala klasik masih tetap memerlukan perhatian. Seperti birokratisasi yang lambat, kurangnya jaringan rantai pasok industri, serta peningkatan kebutuhan terhadap energi terbarukan yang harus dipenuhi Indonesia.

Dubes yang pernah ngepos di Singapura ini menyampaikan pentingnya diversifikasi sektor kerja sama, khususnya dalam kerangka masyarakat ekonomi ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara).

Baca juga : Les Bleus Cari Poin Penuh Di Tanah Es

Dalam penelitian Elite Quality Index yang dilakukan Universitas St. Gallen, hasil penelitian menunjukkan ekonomi Indonesia terus maju dan berkembang. Dalam penelitian ini juga ditegaskan peran kekuatan institusi ekonomi sangat menentukan prestasi kemajuan perekonomian yang dicapai suatu negara.

Menurut keterangan KBRI Bern di akun Instagram, Senin (20/10/2025), kegiatan ini digelar usai kunjungan Wakil Presiden Swiss Guy Parmelin ke Indonesia pada akhir September hingga awal Oktober 2025. Dalam kujungan itu, dia menegaskan potensi signifikan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi di sektor prioritas bagi Indonesia dan sektor unggulan bagi Swiss. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.