Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Produksi Migas Naik Jadi 607 Ribu Barel Per Hari, Menteri Bahlil Happy
Rabu, 29 Oktober 2025 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan energi nasional dengan fokus pada peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) dalam negeri.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang, guna menekan ketergantungan terhadap impor dan menjaga ketahanan pasokan energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, peningkatan produksi migas akan dilakukan melalui tiga strategi utama yang dijalankan secara simultan.
“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat kedaulatan energi nasional dan menjaga ketahanan pasokan,” kata Bahlil dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Strategi pertama, menurut Bahlil, mengoptimalisasi sumur-sumur tua melalui penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi, tanpa harus membuka wilayah kerja baru yang berbiaya tinggi.
Baca juga : BUMN Transportasi Tebar Diskon Dan Kerek Layanan
“Langkah ini dinilai paling cepat memberikan hasil terhadap peningkatan lifting minyak nasional,” ujarnya.
Kedua, Pemerintah mempercepat realisasi proyek pengembangan lapangan migas yang telah memperoleh persetujuan Plan of Development (PoD). Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang sudah menyelesaikan dokumen PoD diwajibkan segera beroperasi agar proyek tidak kembali tertunda.
“Kebijakan ini telah diterapkan pada beberapa proyek besar, termasuk Inpex, yang kini mulai berproduksi,” ungkapnya.
Ketiga, Kementerian ESDM menyiapkan program eksplorasi komprehensif dengan menawarkan 75 wilayah kerja migas baru sepanjang periode 2025–2027.
Program tersebut dijalankan bersamaan dengan pengembangan energi terbarukan, seperti biodiesel untuk memastikan keberlanjutan transisi energi nasional.
Baca juga : Sanksi Materi Dan Sosial Bisa Bikin Pelaku Jera
Bahlil menegaskan, capaian produksi migas nasional tahun 2025 menunjukkan hasil positif.
“Alhamdulillah, lifting kita saat ini sudah naik menjadi 605 ribu-607 ribu barel per hari. Sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025,” ungkap Bahlil dengan wajah gembira.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai 580 ribu barel per hari.
“Bayangkan, konsumsi nasional mencapai 1,5–1,6 juta barel per hari. Dengan kerja keras, kita berhasil menaikkan produksi sekitar 10 persen sehingga target tahun ini tercapai,” jelasnya.
Bahlil juga menyinggung penurunan tajam produksi migas Indonesia sejak 1997. Saat itu, Indonesia mampu memproduksi sekitar 1,6 juta barel minyak per hari dengan konsumsi hanya 600 ribu barel per hari, sehingga masih memiliki surplus ekspor sekitar 1 juta barel per hari.
Baca juga : Kejagung Segera Eksekusi Harvey Dan Lelang Asetnya
“Kini, kondisi berbalik dan Indonesia menjadi negara pengimpor minyak bersih,” ungkap mantan Menteri Investasi itu.
Melalui implementasi strategi yang terarah dan pengawasan ketat terhadap kinerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), Bahlil berharap tren peningkatan produksi migas terus berlanjut.
“Kami ingin mengembalikan kejayaan migas nasional agar Indonesia kembali berdaulat secara energi,” tegasnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya