Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ketika Sampah di Desa Mundu Berubah Menjadi Harapan dan Sumber Penghasilan
Kamis, 30 Oktober 2025 21:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Suasana Balai Desa Mundu, Indramayu, Kamis (30/10/2025), terasa spesial. Di tengah mayoritas penduduk yang berprofesi sebagai petani dan pengrajin sapu, sebuah motor roda tiga sederhana hadir.
Bukan sekadar alat transportasi, armada listrik pengangkut sampah ini diserahkan PT Elnusa Tbk (ELNUSA), anak usaha Subholding Upstream Pertamina, sebagai simbol perubahan: dari sampah yang membebani, menjadi harapan ekonomi baru.
Persoalan sampah rumah tangga telah lama menjadi beban bagi warga Mundu. Keterbatasan sarana angkut dan minimnya keterampilan mengolah limbah membuat tumpukan sampah mengancam keindahan dan kesehatan desa.
Di balik ancaman itu, tersembunyi potensi besar: limbah plastik dan sabut kelapa yang selama ini tak bernilai.
Ubah Limbah Jadi Cuan
Melalui program SiGAS – Siap Gerak Angkut Sampah, Elnusa tidak hanya menyediakan sarana angkut. Program ini mengajak masyarakat melihat limbah sebagai peluang usaha.
Baca juga : Tuku Bersama Bumiterra Serahkan Meja dan Kursi Belajar di Kalimantan Barat
Limbah plastik dan sabut kelapa yang terkumpul kini dibimbing untuk diolah menjadi produk bernilai jual, mulai dari pot tanaman, sapu, hingga tas daur ulang. Inilah langkah awal mewujudkan ekonomi sirkular berbasis komunitas.
Penyerahan kunci motor listrik secara simbolis dari Direktur Operasi Elnusa Andri Haribowo kepada Kepala Desa Mundu Akifudin menjadi penanda dimulainya kolaborasi jangka panjang dalam pengelolaan sampah yang terintegrasi.
Program SiGAS pun disambut hangat warga. Kepala Desa Mundu, Akifudin, menyampaikan rasa syukurnya:
"Elnusa tidak hanya menyediakan fasilitas pengangkut sampah di desa mundu namun juga membimbing kami untuk cara mengolahnya menjadi produk-produk yang bisa dikembangkan menjadi usaha masyarakat," kata Akifudin.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji. (Foto: Fazry/RM.id)
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, merinci dampak ekonomi yang tersembunyi di Mundu. Dari 8.822 kepala keluarga di desa tersebut, terdeteksi potensi pemanfaatan limbah hingga 30 persen untuk plastik dan 20 persen untuk sabut kelapa.
Baca juga : Sumpah Pemuda, Pemuda PNM Bersumpah untuk Memberdayakan
“Angka ini membuka peluang besar untuk menggerakkan ekonomi sirkular, menciptakan lapangan usaha baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dampaknya bukan hanya lingkungan yang bersih, tetapi juga kehidupan yang lebih produktif dan bernilai,” ujar Rustam Aji.
Awal dari Perjalanan Hijau
Turut hadir, Komisaris Elnusa, Vitri Cahyaningsih Mallarangeng, menegaskan bahwa keberlanjutan dimulai dari langkah konkret di tingkat desa.
“Kami percaya, perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Armada ini adalah awal dari gerakan bersama untuk menjadikan sampah sebagai sumber daya,” ujar Vitri.
Komisaris Elnusa, Vitri Cahyaningsih Mallarangeng. (Foto: Fazry/RM.id)
Ia menambahkan, armada ini mengantarkan Desa Mundu menuju masa depan yang lebih berdaya.
“Desa Mundu memulai perjalanan menuju masa depan yang lebih hijau dan berdaya. Karena bagi Elnusa, keberlanjutan bukan sekadar kata, melainkan aksi nyata yang dalam melakukan perubahan,” pungkasnya.
Baca juga : Lamhot Sinaga: Sumpah Pemuda Energi Persatuan dan Pembangunan Nasional
Inisiatif SiGAS ini sejalan dengan peta jalan ESG Elnusa dan mendukung Asta Cita Pemerintah dalam mewujudkan keberlanjutan sosial.
Program ini secara langsung menyasar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam pengembangan permukiman berkelanjutan (Tujuan 11), produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab (Tujuan 12), serta mitigasi perubahan iklim (Tujuan 13).
Bagi Mundu, motor listrik itu bukan hanya pengangkut sampah, tetapi pembawa harapan akan masa depan yang lebih bersih dan sejahtera.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya