Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Lewat Riset dan Inovasi Terpadu, Astra Agro Perkuat Daya Saing Sawit Nasional
Jumat, 31 Oktober 2025 08:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan komitmennya memperkuat daya saing industri kelapa sawit nasional melalui riset dan inovasi berkelanjutan di pusat penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Upaya tersebut diarahkan untuk menjawab tantangan produktivitas, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan yang menjadi agenda strategis industri sawit masa depan.
Senior Vice President Research and Development Astra Agro Lestari Cahyo Wibowo menjelaskan, riset menjadi bagian integral dari visi perusahaan untuk menjadi agrobisnis paling produktif dan inovatif di dunia.
“Sejak awal berdirinya, Astra Agro telah menanamkan semangat untuk menjadikan perusahaan ini sebagai yang paling produktif dan inovatif. Karena itu, investasi jangka panjang melalui riset menjadi hal yang tidak bisa dikesampingkan,” ujarnya.
Baca juga : Industri Agro Penggerak Utama Ekonomi Nasional
Sejak berdiri pada 2008, unit R&D Astra Agro telah menghasilkan berbagai inovasi, di antaranya pengembangan biokontrol sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.
Pendekatan berbasis mikroba alami ini mendukung praktik climate-smart agriculture dan mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetis, sekaligus memperkaya keanekaragaman hayati.
Selain itu, Astra Agro juga mengembangkan pupuk hayati Astra Efficient Microbe (Astemic) hasil riset internal sejak 2013.
Pupuk ini terbukti mampu menurunkan penggunaan pupuk anorganik hingga 25 persen, meningkatkan kesehatan tanah, dan menekan emisi karbon.
Baca juga : Industri Agro Penggerak Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Inovasi tersebut akan diperkuat melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna menghasilkan formulasi pupuk hayati baru yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Dalam bidang perbenihan, Astra Agro telah merilis enam varietas unggul kelapa sawit, termasuk tiga varietas terbaru pada 2025, yakni DxP AAL Nirmala MRG, DxP AAL Lestari MRG, dan DxP AAL Sejahtera MRG.
Varietas tersebut dirancang tahan terhadap penyakit Ganoderma, mencegah partenokarpi atau buah kempet, serta mempertahankan produktivitas tinggi tanpa perluasan lahan.
“Penyakit Ganoderma telah menyebar luas di wilayah seperti Sulawesi Barat dan Sumatera. Karena itu, kami mengembangkan varietas dengan ketahanan moderat terhadap penyakit ini, disertai praktik budidaya yang baik agar produktivitas tetap tinggi,” kata Cahyo.
Baca juga : GAPKI Gelar IPOC 2025 di Bali, Perkuat Tata Kelola dan Daya Saing Sawit Nasional
Direktur Perbenihan Perkebunan Kementerian Pertanian Ebi Rulianthi menilai, inovasi pupuk hayati dan varietas unggul Astra Agro dapat menjadi kontribusi nyata bagi penguatan industri sawit nasional.
“Pengaplikasian pupuk hayati sangat bermanfaat untuk mengurangi dampak residu pupuk anorganik yang dapat menurunkan kualitas tanah. Pemanfaatan biokontrol dan benih unggul bermutu sangat diharapkan untuk meningkatkan produksi, produktivitas, dan mutu kelapa sawit nasional,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya