Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pasar Kripto Terkoreksi Dampak The Fed Dan Pertemuan Trump–Jinping
Minggu, 2 November 2025 16:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pasar global, termasuk aset kripto, mengalami konsolidasi setelah pengumuman kebijakan moneter terbaru oleh The Federal Reserve (The Fed) dan efek pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Busan, Korea Selatan.
Investor global kini bersiap menghadapi potensi volatilitas tinggi di tengah ketidakpastian arah suku bunga dan risiko geopolitik.
The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75–4 persen, sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun, langkah tersebut tidak serta-merta mengangkat harga aset berisiko. Harga Bitcoin justru terkoreksi dari 116.400 dolar AS menjadi 109.200 dolar AS, mencerminkan fenomena “buy the rumor, sell the news”, ketika investor merealisasikan keuntungan setelah pengumuman resmi.
Di sisi lain, ketegangan dagang antara AS dan China turut menekan sentimen pasar. Meski kedua negara mencapai kesepakatan parsial, sejarah panjang negosiasi menunjukkan hasil akhir sering kali meleset dari ekspektasi. Pertemuan tatap muka antara Trump dan Xi yang berlangsung sekitar 1,5 jam menjadi yang pertama sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden.
Baca juga : Laba Bersih Danamon Naik 21 Persen Di 9 Bulan Pertama 2025
Dalam konferensi pers, Trump mengumumkan pengurangan tarif impor dari China serta menyatakan bahwa isu akses bahan baku rare earths telah diselesaikan. Xi Jinping menegaskan bahwa kedua negara mencapai konsensus dalam penyelesaian isu perdagangan utama dan sepakat memperkuat kerja sama di bidang imigrasi ilegal, penipuan siber, pencucian uang, serta kecerdasan buatan.
Dampak kebijakan tersebut turut terasa di pasar aset digital. Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) masing-masing turun 1,66 persen dan 1,64 persen, sementara kapitalisasi pasar kripto global melemah sekitar 0,77 persen.
Vice President INDODAX Antony Kusuma mengatakan, konsolidasi harga saat ini mencerminkan mekanisme adaptasi pasar digital terhadap dinamika makroekonomi global yang cepat berubah. “Investor kini tidak lagi hanya bereaksi terhadap kebijakan suku bunga, tetapi mulai menilai konteks keseluruhan, mulai dari geopolitik hingga psikologi pasar. Koreksi pasca pengumuman The Fed adalah contoh perilaku pasar yang semakin rasional,” ujar Antony di Jakarta, Kamis (31/10/2025).
Antony menambahkan, faktor geopolitik masih menjadi salah satu penggerak utama sentimen investor. Kesepakatan tarif dan penyelesaian isu rare earths memberi sinyal positif, tetapi pasar menunggu implementasi nyata sebelum bereaksi.
Baca juga : IHSG Dibuka Menguat Ke 8.297, Pasar Nantikan Pertemuan Trump–Jinping
“Investor kripto yang bijak akan memanfaatkan volatilitas ini untuk akumulasi, bukan sekadar ikut tren,” katanya.
Menurut Antony, volatilitas harga justru bisa menjadi peluang strategis bagi investor. Pasar digital berbeda dengan pasar tradisional; fluktuasi harga yang tajam menciptakan momen bagi investor untuk mengoptimalkan portofolio.
“Kuncinya adalah disiplin, diversifikasi, dan pemahaman fundamental aset,” ujarnya menambahkan.
Ia juga menyoroti pentingnya memahami hubungan antara kebijakan moneter dan sentimen pasar digital. Pemangkasan suku bunga dan pertemuan Trump–Xi memberi sinyal likuiditas, tetapi efeknya relatif terhadap kondisi ekonomi riil.
Baca juga : Pram: Kami Tidak Bisa Puaskan Semua Orang
“Investor yang sukses adalah mereka yang mampu menilai risiko dan memanfaatkan koreksi harga secara terukur,” kata Antony.
Kombinasi antara kebijakan moneter The Fed dan dinamika geopolitik global dinilai menciptakan tekanan jangka pendek pada pasar kripto, namun juga membuka peluang bagi investor yang disiplin dan berpandangan jangka panjang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya