Dark/Light Mode

UMR Masih Rendah, Pabrik Sepatu Pilih Relokasi Ke Jawa Tengah

Selasa, 4 November 2025 17:48 WIB
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita. (Foto: UMM/RM)
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita. (Foto: UMM/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita menjelaskan alasan sejumlah pabrik sepatu yang berpindah dari wilayah Tangerang, Banten. Menurutnya, perpindahan itu bukan disebabkan oleh penutupan usaha, melainkan relokasi ke daerah dengan upah minimum regional (UMR) yang lebih rendah.

“Oh, itu kebanyakan karena industri alas kaki umumnya padat karya. Kalau upah tinggi, perusahaan tentu merasa berat. Akhirnya mereka memindahkan lokasi pabrik ke daerah yang UMR-nya masih rendah, seperti di Jawa Tengah, Solo, atau Kendal,” ujar Reni di sela peresmian Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (4/11/2025).

Baca juga : Kaza Mall Hadirkan Tenant Baru, Lengkapi Pilihan Fashion Kawasan Komersial PPRO

Reni mencontohkan, wilayah seperti Tangerang, DKI Jakarta, dan Karawang memiliki UMR sekitar Rp 3,5 juta–Rp 3,8 juta. Sedangkan di daerah Jawa Tengah seperti Kendal dan Solo, UMR masih berada di kisaran Rp 1,2 juta–Rp 1,5 juta.

“Jadi memang kalau dilihat sekilas seperti ada PHK di satu daerah, padahal sebenarnya perusahaan melakukan relokasi produksi ke wilayah lain yang lebih efisien dari sisi biaya tenaga kerja,” jelasnya.

Baca juga : Dana Pemda Masih Ngendap, Pakar: Perkuat Disiplin Fiskal Daerah

Ia menegaskan, relokasi tersebut tetap berada di dalam negeri, bukan pemindahan produksi ke luar negeri.
“Kalau kenaikan upah tiap 1 November naik, misalnya 10 persen dikalikan 500 pegawai, kan lumayan besar bebannya. Akhirnya mereka pindah. Karena UMR itu kan tidak melihat sektornya, tapi berdasarkan kabupaten atau provinsi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Reni menyebut relokasi justru berdampak positif bagi daerah tujuan investasi, terutama di wilayah dengan upah lebih rendah seperti Jawa Tengah.

Baca juga : 69 TPU Di Jakarta Penuh, Pemprov Siapkan 11 Lokasi Baru Pemakaman

“Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di daerah-daerah tersebut meningkat. Banyak dari sektor tekstil, garmen, konveksi, hilir pakaian jadi, dan alas kaki. Jadi perpindahan ini tidak berarti penyusutan industri, tetapi redistribusi pusat produksi,” tuturnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.