Dark/Light Mode

Di Tengah Meningkatnya Risiko Global, Stabilitas Keuangan Aman Dan Terkendali

Rabu, 5 November 2025 06:30 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kiri), Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kedua kanan), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar (kiri) dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, bertumpu tangan usai konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV-2025 di Jakarta, Senin (3/11/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kiri), Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kedua kanan), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar (kiri) dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, bertumpu tangan usai konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV-2025 di Jakarta, Senin (3/11/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
“Hal itu didorong oleh kondisi keuangan yang lebih longgar, kesepakatan dagang AS dengan mitra utama, ekspansi fiskal di negara berkembang, serta penurunan inflasi,” jelas Purbaya. 

Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS itu optimistis, momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menguat dan diperkirakan mencapai target Pemerintah tahun ini. 

Pada triwulan III-2025, konsumsi rumah tangga dan investasi tetap terjaga berkat dukungan kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan. Belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), difokuskan untuk memperkuat aktivitas konsumsi dan produksi melalui percepatan implementasi program strategis serta pemberian stimulus bagi sektor prioritas. 

Baca juga : Prioritaskan Atasi Banjir, Hibur Warga Belakangan

Perkembangan positif aktivitas ekonomi dan koordinasi kebijakan memperkuat optimisme ekonomi Indonesia akan tumbuh di atas 5,5 persen year-on-year pada triwulan keempat 2025. 

“Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 diproyeksi mencapai 5,2 persen,” ucap Purbaya. 

Sejalan dengan kebijakan Pemerintah, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, pihaknya terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas perekonomian sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan. 

Baca juga : Sempat Kabur, Gubernur Riau Di-OTT KPK Di Kafe

Perry menjelaskan, kebijakan moneter diarahkan pada keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan (pro-stability and growth). BI telah menurunkan suku bunga acuan atau BI-Rate secara bertahap sebesar 25 basis poin pada Juli, Agustus dan September 2025 hingga berada di level 4,75 persen. 

“Keputusan ini sejalan dengan upaya menjaga inflasi dalam sasaran 2,5±1 persen dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya. 

Perry menambahkan, BI juga memperkuat strategi stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar spot dan NDF, baik di dalam maupun luar negeri, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menjaga likuiditas. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.