Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ekonom: Ekonomi Tumbuh 5,04 Persen Sesuai Ekspektasi, Dipengaruhi Faktor Musiman
Kamis, 6 November 2025 10:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 sebesar 5,04 persen (yoy) sesuai dengan ekspektasi pasar dan mencerminkan pola musiman, bukan pelemahan fundamental.
Josua sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di level yang sama dengan hasil yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (5/11/2025). Ia menjelaskan bahwa perlambatan dari kuartal sebelumnya lebih disebabkan oleh faktor musiman, di mana aktivitas ekonomi biasanya menurun setelah periode liburan keagamaan.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat dari 5,12 persen yoy pada kuartal kedua 2025 menjadi 5,04 persen yoy pada kuartal ketiga 2025, sesuai dengan perkiraan kami dan sedikit di atas konsensus pasar sebesar 5,00 persen,” ujar Josua, Kamis (6/11/2025).
Baca juga : Ekonomi Tumbuh, Penyerapan Tenaga Kerja Agustus 2025 Capai 146,54 Juta Orang
Menurutnya, pada periode ini konsumsi rumah tangga umumnya menurun setelah mengalami peningkatan signifikan pada kuartal sebelumnya.
Dari sisi sektoral, Josua menilai industri manufaktur menjadi penyumbang utama pertumbuhan, seiring dengan perbaikan Indeks Manufaktur PMI yang kembali ke zona ekspansi (di atas 50). Selain itu, sektor informasi dan komunikasi mencatatkan pertumbuhan positif didorong oleh meningkatnya aktivitas penjualan daring, sementara sektor pertanian juga tumbuh seiring naiknya permintaan terhadap Crude Palm Oil (CPO).
Dari sisi pengeluaran, Josua menyoroti rebound signifikan pada pengeluaran pemerintah serta penguatan kinerja net ekspor sebagai pendorong utama pertumbuhan. Pengeluaran pemerintah melonjak dari kontraksi -0,33 persen yoy pada kuartal II menjadi ekspansi 5,49 persen yoy pada kuartal III, didukung oleh langkah-langkah pro-pertumbuhan pemerintah.
Baca juga : Industri Manufaktur Menggeliat, Ekonomi RI Tumbuh 5,04 Persen Di Triwulan III
Ia menambahkan, net ekspor juga menunjukkan perbaikan, meski pertumbuhan impor melambat tajam dari 11,48 persen yoy menjadi 1,18 persen yoy. Menurut Josua, lemahnya impor ini mencerminkan penurunan investasi baru yang masuk ke Indonesia.
“Penurunan investasi tercermin dari pelemahan pertumbuhan investasi yang turun dari 6,99 persen yoy menjadi 5,04 persen yoy, serta turunnya impor jasa setelah berakhirnya musim liburan sekolah,” tuturnya.
Sementara itu, pertumbuhan ekspor juga melambat dari 10,95 persen yoy menjadi 9,91 persen yoy. Pelemahan ini sebagian besar disebabkan oleh normalisasi setelah lonjakan permintaan dari Amerika Serikat sebelum penerapan tarif timbal balik pada Agustus 2025.
Baca juga : BRI Life Tumbuh 20 Persen, Raih Penghargaan Asuransi Jiwa Terbaik 2025
Dengan demikian, kata Josua, meskipun pertumbuhan ekonomi pada kuartal III mengalami perlambatan dibanding kuartal sebelumnya, secara keseluruhan performa ekonomi Indonesia masih terjaga dan selaras dengan ekspektasi pasar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya