Dark/Light Mode

Menkeu Purbaya: Ekonomi Tumbuh 8 Persen Jika Digerakkan Mesin Negara Dan Swasta.

Kamis, 11 September 2025 17:11 WIB
GREAT Institute kembali menggelar acara diskusi strategis bertajuk Great Lecture dengan tema Transformasi Ekonomi Nasional: Pertumbuhan Inklusif Menuju 8 persen” yang diselenggarakan di Menara Bidakara pada Kamis (11/9/2025). (Foto: Great Institute)
GREAT Institute kembali menggelar acara diskusi strategis bertajuk Great Lecture dengan tema Transformasi Ekonomi Nasional: Pertumbuhan Inklusif Menuju 8 persen” yang diselenggarakan di Menara Bidakara pada Kamis (11/9/2025). (Foto: Great Institute)

RM.id  Rakyat Merdeka -

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi nasional bisa tembus 8 persen jika digerakkan bersama oleh mesin negara dan swasta.

“Sudah lebih dari dua dekade, pertumbuhan kita sulit keluar dari jebakan sekitar 5 persen. Ada fenomena middle income trap, hal yang biasa terjadi pada negara-negara yang ingin naik kelas menjadi negara maju," jelas Purbaya di acara diskusi strategis bertajuk Great Lecture dengan tema Transformasi Ekonomi Nasional: Pertumbuhan Inklusif Menuju 8 persen” yang diselenggarakan di Menara Bidakara pada Kamis (11/9/2025).

Baca juga : DPR Ingatkan Menkeu Purbaya: Boleh Koboi, Asalkan Ada Isinya

Namun, Purbaya menekankan, Indonesia punya kekuatan khas: konsumsi domestik yang mencapai 90 persen dari PDB.

“Dengan domestic demand sebesar itu, sebetulnya angka pertumbuhan 6 hingga 6,5 persen bukan mustahil,” katanya.

Baca juga : Purbaya Targetkan Ekonomi Tumbuh 5,4 Persen Tahun 2026, Danantara Jadi Kunci

Lalu ia menyodorkan pembandingan yang sederhana tapi tegas.

“Di era SBY, ketika hanya mesin swasta yang bergerak, pertumbuhan mencapai 6 persen. Di era Jokowi, ketika hanya mesin negara yang bergerak, pertumbuhan bertahan 5 persen. Ke depan, bila kedua mesin digerakkan bersama—negara dan swasta—kita optimistis bisa mencapai 8 persen,” ujarnya.

Baca juga : Menkeu Purbaya: Ekonomi Indonesia Tahan Banting Di Tengah Tarif Tinggi AS

Langkah teknis pun ia paparkan. Penyerapan anggaran segera dipercepat agar mengalir ke sektor riil. Bersama DPR RI, pemerintah juga akan memberi kelonggaran transfer ke daerah.

“Dengan begitu, daerah bisa bernapas lebih lega,” kata Purbaya.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional lintas sektor, termasuk Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun, Anggota BPK RI Bobby Rizaldi, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah, Wakil Menteri Perumahan Rakyat Fahri Hamzah, serta Direktur Eksekutif GREAT Institute, Syahganda Nainggolan.

Dalam sambutannya, Syahganda menyoroti pentingnya peran Menteri Keuangan dalam mengarahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tidak hanya tinggi secara angka, namun juga inklusif dan merata. Ia memberikan apresiasi atas kinerja Menteri Keuangan saat ini, Purbaya Yudhi Sadewa, yang dinilainya memiliki kompetensi dan latar belakang ekonomi yang mumpuni.

“Kemarin saya lihat di media online, hampir 100 persen memuji Menteri Keuangan. Jadi kita mengamati percakapan publik, persepsinya positif. Selama 10 bulan kemarin, Presiden tidak menemukan seorang yang betul-betul ekonom. Kalau sosok yang benar-benar ekonom, ya Pak Menkeu sekarang,” ujar Syahganda.

Ia juga berharap agar Menteri Keuangan tidak bersikap elitis dan mendorong jajaran kementeriannya untuk lebih terbuka terhadap masyarakat.

“Harapan saya Pak Menkeu jangan jadi menara gading, harus ada pesan yang disampaikan kepada jajarannya agar membuka diri terhadap masyarakat luar,” tambahnya.

Lebih jauh, Syahganda menilai, kolaborasi antara Presiden Prabowo yang dikenal progresif dengan Menteri Keuangan Purbaya bisa menjadi kunci keberhasilan transformasi ekonomi nasional, terutama dalam mendorong industrialisasi dan pemerataan pertumbuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Syahganda juga menyinggung pentingnya penggunaan instrumen seperti Kopdes Merah Putih dan MBG dalam mendistribusikan sumber daya ke seluruh pelosok negeri.

“Saya lihat instrumen Kopdes Merah Putih ini bisa dongkrak hal itu, begitu pun dengan MBG. Artinya uang-uang ini akan disebar ke seluruh daerah, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi secara merata,” jelasnya.

Diskusi ini menjadi wadah penting dalam mengkaji arah kebijakan ekonomi Indonesia ke depan, serta bagaimana strategi konkret dapat mendorong pertumbuhan yang tidak hanya tinggi secara angka, namun juga menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.