Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Industri Hulu Migas: Punggawa Palagan Ketahanan Energi Nasional
Senin, 10 November 2025 17:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah gejolak pasar energi global dan tantangan transisi energi, industri hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia muncul sebagai pilar fundamental dalam menjamin ketahanan energi nasional.
Melalui serangkaian langkah strategis dan investasi besar, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmen mereka untuk mengoptimalkan produksi dan menarik investasi di tahun 2025.
Industri hulu migas nasional, yang dikoordinasikan oleh SKK Migas dan dioperasikan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) termasuk Pertamina Hulu Energi (PHE), memproklamirkan diri sebagai "Pilar Ketahanan Energi Nasional".
Baca juga : Dari Perut Bumi, Denyut Energi Tak Pernah Padam
Narasi besar ini bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui peningkatan target produksi, realisasi investasi yang mencapai titik tertinggi dalam satu dekade terakhir, dan percepatan proyek strategis.
Di antara aktor utama dalam saga ketahanan energi ini adalah SKK Migas, dan tentu saja Pertamina (melalui Subholding Upstream PHE). Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas yang baru dilantik pada Oktober 2025, Heru Setyadi, menjadi salah satu corong utama pemerintah.
Salah satu fasilitas di Lapangan Duri, sumur minyak Pertamina di Riau, wilayah kerja Minyak dan Gas Bumi yang kini dikelola Pertamina Hulu Rokan (PHR). Lapangan ini terkenal sebagai lokasi proyek injeksi uap (steamflood) terbesar di dunia untuk mengekstraksi minyak berat. [Foto: RUS/RM.id]
Sementara itu, gerak laju industri ini terjadi sepanjang 2025. Dimulai dari penetapan Key Performance Indicator (KPI) pada Desember 2024 untuk target ambisius 2025, realisasi investasi signifikan di semester I 2025, hingga berbagai forum komunikasi dan promosi potensi migas di kancah internasional seperti ADIPEC 2025 pada November.
Baca juga : Gubernur Malut Bangga Sultan Tidore Raih Gelar Pahlawan Nasional
Aktivitas ini berlangsung di berbagai lokasi, mulai dari 46 wilayah kerja eksplorasi dan produksi di regional Kalimantan-Sulawesi yang menyumbang 30% gas nasional, hingga forum-forum strategis di Jakarta, Cilegon (lokasi pabrik petrokimia terintegrasi), hingga Abu Dhabi (ADIPEC 2025).
Alasan fundamental di balik semua upaya ini adalah pencapaian kemandirian energi dan kedaulatan nasional. Mengingat volatilitas pasar global dan transisi menuju energi bersih, migas masih menjadi sumber energi primer yang vital untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
Industri ini bergerak dengan strategi terencana. SKK Migas mencatat investasi hulu migas menembus US$7,19 miliar pada semester I 2025, tertinggi dalam satu dekade. Sebanyak 15 proyek migas baru siap beroperasi (onstream) pada 2025 dengan total investasi Rp 11,93 triliun. PHE, sebagai ujung tombak produksi, berhasil mencatatkan produksi migas hingga 1,04 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD) hingga Agustus 2025, melampaui target TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya