Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Industri Hulu Migas: Punggawa Palagan Ketahanan Energi Nasional
Senin, 10 November 2025 17:25 WIB
Sebelumnya
Sajak dari Hulu, Napas bagi Negeri
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Heru Setyadi, menekankan pentingnya sinergi. "Langkah bersama antara SKK Migas dan KKKS sangat penting dalam mengelola sektor hulu migas," ujarnya di Jakarta, 4 November 2025, saat peluncuran "Buku Referensi Komunikasi Krisis Hulu Migas".
Heru, yang dilantik pada 3 Oktober 2025, sering menegaskan narasi bahwa industri hulu migas adalah pilar ketahanan energi. "Kami ingin menyoroti peran strategis industri hulu minyak dan gas bumi dalam mendukung ketahanan energi nasional," katanya di sebuah forum diskusi di Jakarta, 14 Oktober 2025.
Baca juga : Dari Perut Bumi, Denyut Energi Tak Pernah Padam
Menurutnya, dukungan penuh pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar target 2025 dapat tercapai optimal.
Dari sisi korporasi, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menunjukkan taji operasional. Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, dalam siaran pers perusahaan, 4 Agustus 2025 menyatakan, "PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip ESG dan berkomitmen mencapai target produksi nasional."
Pompa angguk (Rod Pump) di Ladang Minyak Duri. “Jantung energi” Indonesia ini telah menghasilkan lebih dari 2,75 miliar barel minyak mentah, menjadikannya salah satu ladang minyak terbesar dan terproduktif di Indonesia. [Foto: RUS/RM.id]
Kinerja gemilang PHE dengan produksi 1,04 MMBOEPD menjadi bukti nyata kontribusi subholding upstream Pertamina.
Baca juga : Gubernur Malut Bangga Sultan Tidore Raih Gelar Pahlawan Nasional
Namun, tantangan membayangi. Pengamat energi sekaligus Dosen Universitas Pertamina, Rinto Pudyantoro, mengingatkan, agar euforia target tinggi tidak melenakan. Dalam sebuah wawancara di Jakarta, 10 September 2025, Rinto berpendapat, "Penemuan cadangan gas memang penting, tapi keberlanjutan pasokan dan efisiensi biaya produksi juga krusial. Pemerintah perlu memastikan reformasi fiskal dapat berjalan efektif untuk menarik investor global yang lebih besar."
Ia menyoroti perlunya dukungan lintas sektoral agar industri hulu migas tidak berjalan sendirian.
Industri hulu migas Indonesia kini berada di persimpangan jalan: antara mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang ada dan bersiap menghadapi lanskap energi masa depan. Dengan kolaborasi yang solid antara regulator, operator, dan dukungan kebijakan yang tepat, pilar ini diharapkan tetap kokoh menopang rumah besar ketahanan energi Indonesia. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya