Dark/Light Mode

Emas Tak Hanya Alternatif Instrumen Investasi

Bank Bulion Bisa Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 13 November 2025 06:35 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan (tengah) bersama Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Bob Tyasika Ananta (kedua kiri), Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan (keempat kanan), Wakil Direktur Utama Freeport Indonesia Jenpino Ngabdi (kiri) dan Direktur Komersial Antam Handi Sutanto (kanan), foto bersama dalam acara Bullion Connect 2025 di Jakarta, Rabu (12/11/2025). (Foto: Dok. BSI)
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan (tengah) bersama Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Bob Tyasika Ananta (kedua kiri), Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan (keempat kanan), Wakil Direktur Utama Freeport Indonesia Jenpino Ngabdi (kiri) dan Direktur Komersial Antam Handi Sutanto (kanan), foto bersama dalam acara Bullion Connect 2025 di Jakarta, Rabu (12/11/2025). (Foto: Dok. BSI)

 Sebelumnya 
“Total emas yang dikelola oleh kedua institusi ini mencapai sekitar 1.447 ton, yang menjadi modal besar untuk mendorong ekosistem bulion nasional,” tegasnya. 

Ferry menegaskan, pengembangan ekosistem bulion memerlukan sinergi lintas kementerian, lembaga dan pelaku usaha. 

Selain itu, Pemerintah aktif berpartisipasi dalam forum internasional seperti World Gold Council (WGC) dan London Bullion Market Association (LBMA) untuk mengadopsi praktik terbaik dan memperkuat ekosistem bulion di tingkat global. 

Pertumbuhan Signifikan 

Baca juga : DPR Rl Dukung Pengembangan Kereta Api Di Luar Pulau Jawa

Sebagai satu-satunya perbankan yang memiliki izin bank bulion, Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta menyampaikan, sejak diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari lalu, bisnis bank bulion di BSI ini menjadi salah satu pendorong utama bank. 

“Sebelum ada bulion, kami sudah punya produk emas. Tapi kali ini pertumbuhannya terus meningkat,” terang Bob di kesempatan yang sama. 

Volume perdagangan emas BSI menunjukkan pertumbuhan luar biasa, dengan kenaikan hampir 100 persen dalam enam bulan terakhir. 

Baca juga : Pemerintah Kebut Transformasi Digital, Startup Lokal Kian Moncer

Dan saldo kelolaan emas BSI mencapai sekitar 1,15 ton, atau setara Rp 2,55 triliun, naik hingga 159,78 persen year to date (ytd). 

“Pendapatan dari bisnis pembiayaan berbasis emas juga meningkat signifikan, dengan pertumbuhan sekitar 73 persen per Oktober 2025,” sebutnya. 

Penjualan emas pada Oktober 2025 mencapai 1.451 kilogram (kg), tumbuh 264 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan jumlah transaksi jual-beli emas meningkat 182 persen. 

Baca juga : Remaja Pelaku Peledakan Bom Menderita Kesepian

“Meski ada sedikit anomali pertumbuhan dalam satu bulan, BSI tetap optimis dan terus mengantisipasi kebutuhan masyarakat dengan cadangan emas yang kami miliki,” kata Bob. 

Penjualan emas melalui aplikasi Byond by BSI mencapai 1,06 ton dan fee based income yang diperoleh sekitar Rp 70 miliar ytd per September 2025. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.