Dark/Light Mode

Emas Tak Hanya Alternatif Instrumen Investasi

Bank Bulion Bisa Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 13 November 2025 06:35 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan (tengah) bersama Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Bob Tyasika Ananta (kedua kiri), Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan (keempat kanan), Wakil Direktur Utama Freeport Indonesia Jenpino Ngabdi (kiri) dan Direktur Komersial Antam Handi Sutanto (kanan), foto bersama dalam acara Bullion Connect 2025 di Jakarta, Rabu (12/11/2025). (Foto: Dok. BSI)
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan (tengah) bersama Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Bob Tyasika Ananta (kedua kiri), Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan (keempat kanan), Wakil Direktur Utama Freeport Indonesia Jenpino Ngabdi (kiri) dan Direktur Komersial Antam Handi Sutanto (kanan), foto bersama dalam acara Bullion Connect 2025 di Jakarta, Rabu (12/11/2025). (Foto: Dok. BSI)

 Sebelumnya 
Dia merinci, dengan lebih dari 1.030 cabang di seluruh Indonesia, BSI terus memperluas jangkauan layanan emas untuk menjangkau masyarakat lebih luas. 

Saat ini, ada sekitar 22,6 juta nasabah yang menggunakan produknya. Atau sekitar 10 persen dari penduduk Indonesia, dengan sekitar 1,5 persen di antaranya adalah nasabah yang baru. 

Jumlah nasabah yang memiliki rekening emas BSI telah menembus angka 200.238 nasabah, tumbuh 94,98 persen sepanjang tahun (ytd). 

Baca juga : DPR Rl Dukung Pengembangan Kereta Api Di Luar Pulau Jawa

Market share produk emas syariah BSI meningkat dari 2,8 persen menjadi 3,6 persen secara nasional. 

“Sementara pangsa pasar produk emas secara keseluruhan naik dari 6,9 persen menjadi 8 persen,” ungkapnya. 

Sementara, Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menyebut, dalam 6-10 bulan terakhir, jumlah emas yang didepositokan di Pegadaian mencapai 1,5 ton. 

Baca juga : Pemerintah Kebut Transformasi Digital, Startup Lokal Kian Moncer

“Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin meningkat terhadap produk kami,” kata Damar dalam acara yang sama. 

Selain itu, pinjaman berbasis emas di Pegadaian mengalami peningkatan signifikan dengan nilai sekitar Rp 628 miliar atau setara 370 kg emas. 

“Pinjaman emas ini menjadi solusi pembiayaan yang diminati masyarakat dan pelaku usaha,” tambahnya. 

Baca juga : Remaja Pelaku Peledakan Bom Menderita Kesepian

Pegadaian juga mencatat volume perdagangan emas mencapai 11,2 ton dengan nilai transaksi sebesar  Rp 11,2 triliun. 

Damar mengungkapkan, jumlah nasabah tabungan emas Pegadaian yang mencapai sekitar 4 juta orang, dengan total cicilan emas mencapai Rp 9,5 triliun. Dalam waktu dekat, bahkan diperkirakan akan menembus Rp 10 triliun. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.