Dark/Light Mode

Jadi Pilar Utama Ekonomi Nasional

Industri Sawit Topang Ekspor Dan Serap Naker

Jumat, 14 November 2025 06:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Noval/RM)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Noval/RM)

 Sebelumnya 
“Perubahan lanskap perdagangan global, kebutuhan tata kelola yang lebih kuat, serta kebijakan bauran energi akan sangat menentukan masa depan industri ini,” ucap Eddy. 

Menurut dia, tema konferensi tahun ini, ‘Navigating Complexity, Driving Growth: Governance, Biofuel Policy and Global Trade’, dipilih untuk menegaskan arah baru industri sawit nasional. 

GAPKI mencatat, produksi sawit nasional hingga September 2025 menembus lebih dari 43 juta ton, naik 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil), produk turunannya, oleokimia dan biodiesel mencapai lebih dari 25 juta ton dengan nilai devisa 27,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 453 triliun. 

Baca juga : DKI Dukung Game Online Konten Kekerasan Dibatasi

Menurut Eddy, jumlah tersebut meningkat 40 persen dibandingkan tahun lalu. Konsumsi domestik juga naik menjadi 18,5 juta ton dari 17,6 juta ton pada tahun sebelumnya. 

Dia menilai, industri sawit nasional memiliki peluang pertumbuhan luas. Termasuk melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) yang membuka akses ke pasar Eropa. Namun, penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR) menuntut pelaku industri lebih disiplin terhadap standar keberlanjutan. 

“Regulasi tersebut harus dijadikan cermin untuk memperkuat sistem nasional. Ini meluruskan persepsi global dengan data yang akurat,” ungkap Eddy. 

Baca juga : KPK Sita Dokumen Pergeseran Anggaran, Geledah Beberapa Tempat Di Riau

Dalam aspek tata kelola, GAPKI mendorong penguatan sertifikasi ISPO agar menjadi standar emas global, bukan sekadar simbol keberlanjutan. 

“ISPO adalah bukti kedaulatan dan komitmen nasional terhadap keberlanjutan,” tegasnya. 

Eddy juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah terkait biofuel yang dianggap menciptakan dasar permintaan domestik, mengurangi emisi, serta memberikan harapan bagi petani sawit. 

Baca juga : Kualifikasi Piala Dunia 2026, Polandia Ngarep Salip De Oranje

Sebagai bagian dari strategi inklusif, GAPKI menegaskan komitmennya mendukung petani kecil. Tahun ini, koperasi petani asal Kutai Timur, Kalimantan Timur, dinobatkan sebagai pemenang kompetisi koperasi sawit produktif dengan hasil 37,4 ton tandan buah segar per hektare, naik 9 persen dibandingkan tolok ukur nasional. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.