Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
IASGE 2025 Resmi Dibuka, Jakarta Tuan Rumah Pameran Alat Tulis Terbesar ASEAN
Kamis, 20 November 2025 21:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pameran Alat Tulis dan Hadiah Indonesia–ASEAN 2025 (Indonesia–ASEAN Stationery & Gifts Expo/IASGE 2025) resmi dibuka di Hall D2 JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Acara yang memasuki penyelenggaraan ketiga ini diselenggarakan oleh Asosiasi Industri Perlengkapan Budaya Yiwu (Yiwu Cultural Supplies Industry Association). Pada pembukaanya dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kedutaan Besar China, pelaku usaha regional, serta ratusan peserta pameran dari berbagai negara ASEAN.
Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaran Kegiatan (Events) Kemenpar Vinsensius Jemadu mengapresiasi acara tersebut. IASGE 2025 ikut berperan bagi sektor pariwisata, khususnya pariwisata berbasis MICE.
“Pertama-tama, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Yiwu Cultural Industry Products Association atas komitmen kuat mereka dalam menyelenggarakan Indonesia ASEAN Stationery & Gifts Expo 2025—sebuah kegiatan yang memiliki makna strategis bagi penguatan sektor pariwisata Indonesia,” ujar Vinsensius dalam sambutannya.
Menurut Vinsen, pameran ini telah menjadi ruang penting bagi inovasi dan kemitraan di industri alat tulis dan hadiah regional.
“IASGE 2025 bukan hanya pameran produk, tetapi bagian dari momentum besar revitalisasi pariwisata Indonesia, khususnya di sektor MICE,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan bertaraf internasional seperti IASGE 2025 memperkuat reputasi Indonesia sebagai tuan rumah yang andal.
Baca juga : IFW 2025 Dibuka, Dorong Wirausahawan Tanah Air Naik Kelas
“Setiap peserta adalah duta yang akan membawa pulang kesan positif tentang Indonesia,” ucapnya.
Ketua Asosiasi Produk Budaya Kota Yiwu, Huang Changchao, yang juga menjadi Ketua Penyelenggara IASGE 2025 menegaskan bahwa industri kreatif global sedang mengalami transformasi besar, termasuk produk budaya kreatif China yang kian berkembang cepat.
“Produk-produk tersebut tak lagi sekadar memenuhi fungsi dasar, tetapi melampauinya menjadi lebih indah, menyenangkan, dan mudah digunakan. Nilai emosional yang kaya di balik setiap produk menjadi kekuatan utama yang mendorong perkembangan ini,” tutur Huang.
IASGE 2025 mengusung tema Inovasi, Kerja Sama, dan Saling Menguntungkan. Pembukaan berlangsung meriah dengan prosesi pemotongan pita dan dihadiri perwakilan industri dari China, Indonesia, Malaysia, Thailand, serta negara ASEAN lainnya.
“Pameran ini merupakan platform penting untuk mempromosikan pertukaran dan kerja sama antara China dan ASEAN di bidang industri budaya dan kreatif,” ujar Huang Changchao dalam rilis tersebut.
Pameran berlangsung pada 20–22 November 2025, menampilkan beragam kategori alat tulis, perlengkapan kantor, hadiah kreatif, perlengkapan sekolah, serta produk budaya dan kreatif. Panitia juga menyiapkan forum industri dan sesi perjodohan bisnis.
Dengan antusiasme tinggi dari peserta regional, IASGE 2025 diproyeksikan menjadi salah satu platform perdagangan alat tulis dan hadiah paling berpengaruh di Asia Tenggara.
Baca juga : DIY Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Hakordia 2025, Ini Alasan KPK
Ia menggarisbawahi bahwa pameran ini memperlihatkan kemampuan desain dan segmentasi pasar perusahaan-perusahaan peserta.
“Kami sangat bangga melihat bahwa sebagian besar perusahaan peserta memiliki gaya desain yang khas serta kemampuan segmentasi pasar yang sangat tepat,” katanya.
Menurut Huang, Asia Tenggara adalah kawasan pertumbuhan penting bagi industri alat tulis global.
“Populasi muda yang besar serta meningkatnya kebutuhan pendidikan dan perkantoran memberikan peluang luar biasa bagi masa depan industri kita,” ujarnya.
Minister Counsellor Kedutaan Besar China di Indonesia, Li Hong Wei, menyampaikan dukungan penuh Pemerintah China terhadap penguatan kerja sama industri kreatif dan perdagangan antara kedua negara.
“Mewakili Kedutaan Besar China di Indonesia, saya menyampaikan selamat atas terselenggaranya pameran ini serta rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung kerja sama persahabatan China–Indonesia,” ujarnya.
Li menjelaskan arah pembangunan ekonomi China, termasuk kebijakan keterbukaan yang lebih luas. China akan terus memajukan keterbukaan tingkat tinggi, berbagi peluang pembangunan dengan dunia, serta mendorong integrasi pasar, industri, kreativitas, dan pembelajaran aturan antarnegara.
Baca juga : 5 Ribu Pohon Di Jakarta Sudah Tua Dan Rawan Tumbang
Ia juga menegaskan nilai strategis hubungan RI–China. China dan Indonesia adalah dua negara besar berkembang dan kekuatan utama di kawasan Global South.
“Masa depan kedua negara saling terhubung,” katanya.
Li menyoroti peran industri keciltermasuk alat tulis, sebagai sektor dengan potensi besar.
“Industri alat tulis kini memasuki peluang perkembangan baru. Berbagai produk berkualitas dari Yiwu semakin diterima konsumen global,” ujarnya.
Ketua Kamar Dagang Tionghoa-Indonesia Abdul Alex (Zhang Jin Xiong) menyatakan, pameran ini telah menjadi salah satu ajang terbesar di Asia Tenggara. Ia menilai prospek industri alat tulis dan hadiah di kawasan sangat cerah, terutama di Indonesia.
“Indonesia adalah negara dengan populasi 280 juta jiwa dan satu-satunya negara di ASEAN dengan PDB lebih dari 1 triliun dolar AS. Ini memberikan lahan subur bagi pertumbuhan industri alat tulis, hadiah, dan produk budaya kreatif,” katanya.
Menurut Alex, pameran ini menjadi wujud nyata hubungan ekonomi Indonesia–China yang kian erat. “Pameran ini bukan hanya menjadi jendela bagi produk terbaru, tetapi juga platform penting untuk memperdalam kerja sama industri, memperluas peluang bisnis, dan menjalin kolaborasi hingga tingkat global,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya