Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
AHY Dorong Transformasi Logistik, PIS Percepat Modernisasi Armada
Sabtu, 22 November 2025 20:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya transformasi sektor logistik nasional sebagai kunci mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Pesan itu disampaikan AHY saat membuka ALFI Convex 2025, ajang tahunan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia.
“Ekonomi Indonesia akan semakin tumbuh dan maju, termasuk memberi dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat jika ditopang oleh sektor konektivitas yang berdaya saing. Untuk itu, kita ingin sektor logistik Indonesia makin maju. Tema besar tahun ini adalah transforming logistics, transforming Indonesia. Sangat relevan dengan arah pembangunan kita,” ujarnya, Rabu lalu.
Dalam kesempatan itu, AHY menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Kerja sama dan kolaborasi antar semua stakeholder adalah kunci sukses. Prinsipnya, no one and no region left behind. Kita ingin pertumbuhan ekonomi tinggi disertai pemerataan dan keberlanjutan,” ucapnya.
Baca juga : Mentan Percepat Modernisasi Pertanian Indonesia Dan Berantas Mafia Pangan
AHY mengingatkan, visi Indonesia Emas 2045 membutuhkan percepatan nyata.
“Waktunya tinggal dua dekade, fase yang sangat singkat dalam perspektif sejarah. Kita harus melipatgandakan upaya, mendorong pertumbuhan hingga 8 persen dan meningkatkan GDP per kapita agar setara negara maju. Prosperity dan sustainability harus bergandengan tangan,” tegasnya.
Sejalan dengan semangat transformasi itu, Pertamina Group memamerkan sejumlah aksi nyata untuk memperkuat logistik nasional. Pertamina kini mengoperasikan 108 kapal milik sendiri yang melayani distribusi energi di seluruh wilayah Indonesia maupun luar negeri.
Baca juga : Yulisman Dorong Pemerintah Perkuat dan Percepat Eksplorasi Minyak Nasional
Melalui anak perusahaan PT Pertamina International Shipping (PIS), Pertamina mempercepat modernisasi armada dan meningkatkan standar operasional logistik maritim kelas dunia, sehingga memperkuat daya saing industri pelayaran nasional di pasar internasional.
Direktur Utama PIS, Surya Tri Harto, menegaskan bahwa modernisasi armada distribusi dan logistik energi diarahkan untuk memperkokoh keandalan distribusi energi nasional. PIS saat ini mengoperasikan lebih dari 90 rute domestik dan 65 rute internasional dengan kinerja positif yang terus naik. Hingga kuartal III/2025, PIS telah mengangkut energi setara 127,35 juta KL untuk pasar dalam dan luar negeri.
Kinerja solid itu ditopang inisiatif mulai dari pengembangan kapal dan terminal milik hingga digitalisasi untuk menunjang operational excellence. Program strategis juga dijalankan seperti perluasan pasar non-captive melalui ekspansi rute internasional di tiga kantor strategis dan diversifikasi jenis kargo. Dari sisi daya saing, Surya menegaskan komitmen PIS menjadi perusahaan logistik dan transportasi energi terintegrasi kelas dunia.
Baca juga : Kilang Masih Vital, Pertamina Percepat Produksi SAF dan Bahan Bakar Hijau
Pada 2025, sebanyak 84 kapal milik PIS telah memenuhi standar inspeksi Ship Inspection Report Programme (SIRE), standar keselamatan untuk kapal tanker. Selain itu, PIS menerapkan Tanker Management and Self Assessment (TMSA) yang dibakukan The Oil Companies International Marine Forum (OCIMF) sebagai acuan pemenuhan aspek HSSE di terminal-terminal internasional.
“Sebagai Sub Holding Integrated Marine Logistics dari Pertamina Group, langkah transformasi ini merupakan komitmen perusahaan untuk memperkuat keandalan operasional dalam distribusi dan ketahanan energi nasional. Serta memperkuat daya saing armada Indonesia di kancah dunia,” tutup Surya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya