Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Komit Tingkatkan Kompetensi SDM, Askrindo Dukung Program Sertifikasi Profesi
Senin, 8 Desember 2025 18:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program sertifikasi profesi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI).
Pada kelulusan tahun 2025, sebanyak 49 pegawai Askrindo dinyatakan lulus sertifikasi Ajun Ahli Asuransi Indonesia Kerugian (A3IK).
Sampai saat ini Askrindo memiliki 10 pegawai bersertifikasi (Ahli Asuransi Indonesia Kerugian) A2IK dan 129 pegawai bersertifikasi A3IK Ajun Ahli Asuransi Indonesia Kerugian (A3IK).
Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 23 Tahun 2023 menyebutkan bahwa industri asuransi harus memiliki tenaga ahli yang kompeten guna sebagai langkah untuk memperkuat kapasitas dan ketahanan industri asuransi di Indonesia.
Baca juga : Tingkatkan Kompetensi Administrator, LAN Akselerasi Reformasi Birokrasi
Direktur Utama Askrindo M Fankar Umran mengatakan, bahwa salah satu penguatan kelembagaan yakni pada kualitas operasional serta peningkatan standar kompetensi sumber daya manusia di perusahaan asuransi.
“Dengan ditopang tenaga ahli yang kompeten dan bersertifikasi, Askrindo yakin akan mampu menghadapi tantangan industri," ujar Fankar dalam keterangannya, Senin (8/12/2025).
Fankar menambahkan, Ini sejalan dengan kebutuhan yang semakin kompleks serta tuntutan transparansi dan prudential practice di sektor asuransi.
Sertifikasi A3IK sendiri merupakan sertifikasi tingkat menengah yang menekankan pemahaman komprehensif mengenai dasar-dasar asuransi kerugian, termasuk underwriting, klaim, hukum asuransi, risiko, hingga produk-produk asuransi umum.
Baca juga : Perkuat SDM Industri, Kemenperin Dukung Program Magang Nasional
Sertifikasi ini menjadi standar kompetensi bagi staf hingga officer sebagai fondasi dalam praktik teknis asuransi.
Sementara itu, A2IK (Ahli Asuransi Indonesia Kerugian) merupakan sertifikasi tingkat lanjutan yang mempersiapkan tenaga ahli profesional.
Sementara itu, Direktur Kepatuhan, SDM & Manajemen Risiko R Mahelan Prabantarikso mengatakan dengan tantangan industri yang semakin besar maka perlu didorong juga kompetensi SDM-nya.
“Dengan jumlah tenaga ahli bersertifikasi yang terus bertambah, Askrindo memastikan bahwa seluruh proses operasional bisnis, seperti produk Asuransi Umum, Asuransi Kredit dan produk lainnya dikelola oleh tenaga profesional yang tersertifikasi baik A3Ik maupun A2IK,” ujar Mahelan.
Baca juga : Menyelaraskan Orientasi Partai Golkar dengan Program Prioritas Presiden
Fankar menambahkan, bahwa sertifikasi profesi seperti A2IK dan A3IK menjadi bagian penting dalam memastikan setiap pegawai Perusahaan asuransi memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan terkait pemahaman teknis, kredibilitas profesi, maupun penguatan tata kelola perusahaan.
Keberhasilan ini menjadi bukti keseriusan Askrindo dalam membangun SDM unggul, adaptif, dan sesuai standar tata kelola industri.
"Askrindo berkomitmen terus memperluas kesempatan sertifikasi bagi pegawai dan meningkatkan kapasitas internal menuju perusahaan penjaminan yang kuat, kredibel, dan berdaya saing tinggi,: pungkas Fankar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya