Dark/Light Mode

Gandeng GIZ, Pertamina Kebut Transisi Energi

Kamis, 11 Desember 2025 11:39 WIB
Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini (kiri) Direktur Negara GIZ Indonesia & ASEAN Hans-Ludwig Bruns (kanan) dan Direktur Program Energi GIZ Indonesia & ASEAN Elisabeth Tinschert. (Foto: Dok Pertamina)
Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini (kiri) Direktur Negara GIZ Indonesia & ASEAN Hans-Ludwig Bruns (kanan) dan Direktur Program Energi GIZ Indonesia & ASEAN Elisabeth Tinschert. (Foto: Dok Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, lembaga milik Pemerintah Federal Jerman yang berfokus pada kerja sama internasional, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU).

Penandatanganan MoU dilakukan di Gedung Pertamina Club, Jakarta Selatan, Senin (8/12/2025). 

MoU tersebut ditandatangani oleh Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini, Direktur Negara GIZ Indonesia & ASEAN Hans-Ludwig Bruns, dan disaksikan oleh Direktur Program Energi GIZ Indonesia & ASEAN Elisabeth Tinschert. Kerja sama ini merupakan bagian dari kerangka kerja sama bilateral Pemerintah Indonesia dan Republik Federal Jerman.

Kolaborasi ini merupakan inisiasi sinergis antara Fungsi Grant Management–Investor Relations Pertamina, para project owner di Pertamina Group, grant provider, serta pemangku kepentingan terkait termasuk Pemerintah Indonesia melalui skema G2G. Kerja sama ini diharapkan memberikan dukungan hibah untuk inisiatif keberlanjutan dan transisi energi di Pertamina Group.

Baca juga : Puncak HUT Ke-68 Pertamina, Dirut Kawal Misi Kemanusiaan Di Aceh

Sebelumnya, Pertamina dan GIZ telah bekerja sama pada 2024 bersama Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM untuk mendukung program Penerapan Konservasi Energi dan Pemanfaatan Energi Terbarukan di Bandara Pondok Cabe.

Kolaborasi Pertamina–GIZ mencakup berbagai program, antara lain: dekarbonisasi dan efisiensi energi, pembangunan infrastruktur hijau berkelanjutan, program transisi energi nasional, pendampingan pembiayaan berkelanjutan dari institusi internasional, perlindungan iklim dan lingkungan, pengembangan ekonomi hijau, serta inisiatif terkait Sustainable Development Goals (SDGs).

Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini.

Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini menyampaikan apresiasi atas sinergi yang sudah terjalin dan menegaskan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat langkah Pertamina dalam agenda keberlanjutan.

“Dukungan yang kami harapkan dari kerja sama ini terbagi dua: program dekarbonisasi dan penguatan bisnis rendah karbon. Tantangan Pertamina adalah mengoptimalkan sumber daya dalam negeri sambil mengurangi emisi karbon. Ini merupakan mandat pemerintah kepada Pertamina sebagai perusahaan energi nasional,” ujar Emma.

Baca juga : MDLA Gandeng Merck, AAM Resmi Jadi Distributor Obat Resep

Emma menambahkan, GIZ memiliki akses luas terhadap sumber pendanaan internasional. Kolaborasi ini membuka peluang bagi Pertamina untuk memperoleh pembiayaan hijau serta fasilitas pendanaan dengan pengurangan risiko bagi proyek-proyek hijau yang belum sepenuhnya layak secara komersial.

“Pertamina memiliki banyak inisiatif yang dapat diaktualisasikan melalui kerja sama ini. Dengan MoU ini, Pertamina dan GIZ optimistis dapat memperkuat ekosistem transisi energi nasional dan mendorong terciptanya model bisnis rendah karbon yang kompetitif secara global,” jelasnya.

Country Director GIZ Indonesia & ASEAN, Hans-Ludwig Bruns, menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan keselarasan visi kedua pihak.

“Kami menyambut positif inisiatif Pertamina dalam proyek-proyek berkelanjutan. GIZ berkomitmen mendukung studi teknis, pengembangan kapasitas, dan fasilitasi teknologi guna menjadikan Pertamina Group pionir transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Hans-Ludwig Bruns.

Baca juga : Kilang Pertamina Jawab Tantangan Energi Nasional Lewat Proyek RDMP Balikpapan

Pertamina terus memperkuat komitmennya terhadap transisi energi untuk mendukung target Net Zero Emissions 2060 Pemerintah Indonesia. Perusahaan menilai kolaborasi dengan pemangku kepentingan internasional seperti GIZ menjadi kunci untuk mempercepat implementasi berbagai inisiatif keberlanjutan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menambahkan, kerja sama ini akan memperkuat keberlanjutan operasional Pertamina. Pertamina bersama seluruh Subholding dan anak perusahaan berperan aktif dalam inisiatif yang mendukung pencapaian SDGs.

“Upaya ini sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis,” ujar Baron.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.