Dark/Light Mode

OJK Berencana Hapus KBMI 1

Untuk Naik Kelas, Bank Kecil Butuh Suntik Modal

Senin, 22 Desember 2025 06:25 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. (Foto: Dok. OJK)
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. (Foto: Dok. OJK)

 Sebelumnya 
Yang pasti, kata Pandji, saat spin-off rampung, CIMB Niaga Syariah menargetkan bisa langsung mempercepat pertumbuhan modal inti hingga mencapai minimal Rp 6 triliun pada 2030. 

“Dengan model bisnis KBMI 2 nanti, kami bisa memanfaatkan infrastruktur bank induk di KBMI 4,” katanya. 

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, salah satu pertimbangan utama penghapusan kelompok bank KBMI 1 adalah kebutuhan perekonomian nasional yang harus ditopang oleh bank-bank berskala besar. 

Baca juga : Puluhan Jalan Dan 19 Jembatan Sudah Bisa Difungsikan

“Struktur ekonomi Indonesia yang besar dan terus berkembang memerlukan dukungan lembaga perbankan dengan skala usaha yang kuat,” ujar Dian di Jakarta, Senin (15/12/2025). 

Dalam konteks tersebut, ukuran bank menjadi faktor penentu karena bank dengan modal dan aset besar umumnya lebih stabil, efisien, serta memiliki kapasitas lebih besar dalam mendukung aktivitas ekonomi. 

Menurut Dian, Bank Pembangunan Daerah (BPD) dikecualikan dari kebijakan ini. OJK memiliki kebijakan tersendiri untuk mendorong peningkatan permodalan BPD. 

Baca juga : Bersyukur, Indonesia Runner Up SEA Games

Dia menuturkan, bank dengan skala besar umumnya memiliki tingkat efisiensi yang lebih baik, karena mampu menekan biaya operasional, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta memanfaatkan teknologi secara lebih luas. 

Efisiensi tersebut pada akhirnya memperkuat kemampuan bank dalam menjalankan fungsi intermediasi. 

“Terutama dalam mendorong penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi,” ucapnya. 

Baca juga : Penjual Seblak, Ojol, Dkk Kini Mudah Punya Rumah

Sebagai informasi, KBMI 1 merupakan bank dengan modal inti sampai dengan Rp 6 triliun. KBMI 2 untuk bank dengan modal intinya lebih dari Rp 6 triliun-Rp 14 triliun. 

Lalu, KBMI 3 adalah bank dengan modal inti sebesar Rp 14 triliun-Rp 70 triliun, dan KBMI 4 merupakan bank dengan modal inti lebih dari Rp 70 triliun. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.