Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prabowo-Trump Bertemu Akhir Januari 2026, Dokumen Perdagangan RI-AS Dikebut
Selasa, 23 Desember 2025 10:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada akhir Januari 2026, untuk menandatangani dokumen perundingan perdagangan resiprokal (ART) yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian.
Hal ini diungkap Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers online dari Washington DC terkait perjanjian perdagangan RI-AS, bersama Duta Besar (Dubes) RI Indroyono Soesilo, Selasa (23/12/2025) pagi WIB. Usai bertemu United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer di kantor USTR, Washington, DC, AS, Senin (22/12/2025).
"Saya dan Ambassador Greer mengapresiasi perkembangan perundingan yang telah menyepakati isu-isu krusial dalam teks perjanjian. Kata-kata yang dikedepankan adalah menjaga kepentingan bersama kedua belah pihak, dan isu-isu yang menjadi kepentingan utama kedua belah pihak," papar Airlangga.
Menurutnya, seluruh isu substansi yang telah diatur dalam dokumen ART sudah dapat disepakati kedua belah pihak. Baik isu-isu utama maupun teknis, yang akan disesuaikan bahasanya dalam legal drafting pada proses teknis selanjutnya. Pertemuan tersebut juga membahas framework timetable substansi perjanjian ART.
Baca juga : KUHAP Dan KUHP Baru Hadirkan Penegakan Hukum Berkeadilan
"Pada perjanjian kedua bulan Januari 2026, tim teknis Indonesia dan Amerika Serikat akan melanjutkan kembali legal drafting serta clean up documents yang ditargetkan selesai dalam satu minggu. Dan target waktunya antara tanggal 12-19," jelas Airlangga.
"Setelah seluruh proses teknis diselesaikan, sebelum akhir Januari diharapkan dapat disiapkan dokumen untuk dapat ditandatangani Presiden Prabowo dan Presiden Trump," imbuhnya.
Airlangga membeberkan, saat ini kedua pihak sedang mengatur pertemuan untuk kedua pemimpin negara.
Perjanjian tarif resiprokal ini melanjutkan kesepakatan RI-AS pada 22 Juli 2025. Kala itu, AS menurunkan tarif untuk Indonesia dari semula 32 persen, seperti telah ditetapkan pada pengumuman Liberation Day pada 2 April 2025, menjadi 19 persen.
Baca juga : Prabowo Bertemu PM Pakistan, Bahas Kerja Sama Perdagangan, Budaya, Sampai IT
Selain itu, Indonsia juga mendapatkan pengecualian tarif khusus untuk produk-produk unggulan ekspor seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao dan lainnya.
"Ini tentu menjadi kabar baik, terutama bagi industri Indonesia yang terdampak langsung kebijakan tarif. Sektor-sektor di bidang tersebut, terutama yang padat karya, mempekerjakan lima juta pekerja. Tentunya, ini sangat strategis bagi Indonesia," tutur Airlangga.
Pada joint statement Juli 2025, Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk membuka akses pasar bagi AS, serta mengatasi isu-isu hambatan non tarif yang menghambat kerja sama kedua negara.
"Kita terus mendorong komitmen Indonesia melalui deregulasi yang terus dijalankan oleh pemerintah. Kita telah membentuk Satgas debottlenecking yang secara khusus ditujukan untuk mengurangi hambatan dunia usaha di Indonesia," pungkas Airlangga.
Baca juga : Pramono Teken Pergub Larangan Perdagangan dan Konsumsi Daging Anjing-Kucing
Dalam konferensi pers tersebut, Dubes RI untuk AS Indroyono J menyampaikan kesiapannya untuk memfasilitasi pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Trump terkait dokumen tarif resiprokal RI-AS.
"Tim teknis sudah mulai bekerja sejak satu minggu lalu. Dan tentunya, setelah hari ini, kami dari KBRI Washington menunggu instruksi dari Jakarta untuk persiapan kunjungan Bapak Presiden ke Washington DC dalam rangka acara penandatanganan antara Presiden Trump dan Presiden Prabowo Subianto berkaitan dengan reciprocal trade agreement ini," tandas Dubes Indroyono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya