Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Konsorsium PGE–PLN IP Sepakati Tarif Listrik PLTP Ulubelu Bottoming Unit
Kamis, 25 Desember 2025 14:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sinergi dua badan usaha milik negara (BUMN) di sektor energi, PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero), melalui afiliasinya PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP), memasuki tahap baru. Kedua pihak resmi mencapai kesepakatan tarif listrik dengan PT PLN (Persero) untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 megawatt (MW).
Kesepakatan ini menjadi tonggak penting pengembangan energi panas bumi nasional, sekaligus memperkuat transisi energi menuju sumber energi bersih dan berkelanjutan. PLTP Ulubelu Bottoming Unit merupakan proyek pembangkit listrik panas bumi berbasis teknologi binary pertama yang dikembangkan bersama oleh PGE dan PLN IP di wilayah kerja eksisting PGE Ulubelu.
Proyek ini memanfaatkan teknologi co-generation untuk mengoptimalkan pemanfaatan panas sisa dari pembangkit eksisting. Selain meningkatkan efisiensi, pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari tahapan pengadaan Independent Power Producer (IPP) di PLN serta mendukung strategi PGE dalam mencapai target kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Baca juga : Indonesia–Uni Eropa Sepakati CEPA, Kadin Bahas Peluang Ekspor
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Edwil Suzandi, mengatakan kesepakatan tarif listrik ini merupakan langkah strategis yang akan dilanjutkan dengan pendirian joint venture, pengadaan Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC), serta penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA).
“Seluruh proses tersebut akan dipercepat secara simultan mulai Januari 2026 untuk mengejar target Commercial Operation Date (COD) pada 2027,” ujar Edwil.
Ia menegaskan, pengembangan PLTP Ulubelu Bottoming Unit diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di proyek bottoming lainnya di wilayah kerja eksisting PGE, seperti Lahendong di Sulawesi Utara dan Lumut Balai di Sumatera Selatan.
Baca juga : PLN EPI Kembangkan Pertanian Cerdas Berbasis Listrik di Gunung Kidul
“Transisi energi nasional perlu didorong secara konsisten melalui optimalisasi pemanfaatan energi bersih dan andal yang tersedia di dalam negeri. Ini merupakan kontribusi nyata PGE dalam memperkuat ekosistem transisi energi sekaligus ketahanan energi nasional,” katanya.
Sebelumnya, pada Agustus 2025, PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan energi panas bumi pada 19 proyek eksisting dengan total potensi kapasitas 530 MW. Sinergi tersebut difasilitasi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Seiring dengan akselerasi pengembangan proyek eksisting, PGE dan PLN IP juga menyepakati Perjanjian Komitmen Konsorsium untuk pengembangan PLTP Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 MW dan PLTP Lahendong Bottoming Unit 1 berkapasitas 15 MW. Kedua proyek tersebut diharapkan menambah kapasitas pembangkit hingga 45 MW melalui pemanfaatan teknologi yang lebih optimal.
Baca juga : PLN EPI Pastikan Pasokan Listrik Andal Jelang Idul Fitri
Secara keseluruhan, kerja sama PGE dan PLN IP membuka potensi pengembangan tambahan kapasitas hingga 1.130 MW dengan estimasi nilai investasi mencapai 5,4 miliar dolar AS. Potensi tersebut berasal dari pengembangan wilayah kerja eksisting yang telah berproduksi maupun area prospektif baru.
Sebagai pengembang panas bumi berpengalaman lebih dari 40 tahun, PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW dari enam wilayah operasi. Perusahaan juga tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis, antara lain PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas 110 MW, serta proyek co-generation dengan total kapasitas mencapai 230 MW.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya