Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menhub Tinjau Pelabuhan Gilimanuk
ASDP Perkuat Kesiapan Layanan Arus Balik Nataru
Selasa, 30 Desember 2025 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan perkuat kesiapan layanan penyeberangan lintasan Gilimanuk–Ketapang dalam menghadapi arus berangkat dan balik Natal dan Tahun Baru (Nataru). Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan untuk menjaga kelancaran, keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Gilimanuk pada Senin (29/12/2025) untuk memantau langsung kesiapan layanan penyeberangan dalam menghadapi pergerakan pasca Nataru 2025/2026. Kunjungan ini dilakukan seiring prediksi puncak pergerakan penumpang pada malam pergantian tahun, yakni Senin (29/12/2025) dan Selasa (30/12/2025), serta puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada Sabtu (3/1/2025) dan Minggu (4/1/2026) di lintasan strategis Gilimanuk-Ketapang.
Dalam peninjauan tersebut, Menhub Dudy didampingi Kakorlantas Agus Suryo dan Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono.
Baca juga : 100 Ribu Orang Liburan Ke Kebun Binatang Ragunan
Dudy menilai, secara umum penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 berjalan sesuai dengan yang diharapkan. “Layanan transportasi, termasuk penyeberangan Bali-Jawa, terpantau berlangsung lancar dan aman berkat kesiapan operator serta sinergi lintas pemangku kepentingan,” katanya.
Dudy menekankan keberhasilan tersebut perlu terus dijaga hingga periode arus balik berakhir, mengingat tingginya mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun.
Menhub secara khusus menyampaikan empat hal utama yang menjadi perhatian bagi ASDP dan seluruh pemangku kepentingan. Pertama, aspek keselamatan (safety) harus menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional. Kedua, pentingnya kolaborasi yang solid antar seluruh pihak terkait, mulai dari regulator, operator, aparat keamanan, hingga pemerintah daerah.
Baca juga : Arsenal Vs Aston Villa, Potensi Gangguan Pesta Paruh Musim
Ketiga, perlunya memperhatikan detail-detail kecil sebagai pembelajaran dari insiden kecelakaan KMP Tunu pada Juli 2025 lalu agar tidak terulang kembali. Keempat, kewaspadaan tinggi terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi kapan saja dan berdampak langsung pada keselamatan pelayaran.
Sejalan dengan arahan tersebut, ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan layanan penyeberangan lintasan Gilimanuk-Ketapang dalam menghadapi arus pergerakan Nataru seiring dinamika trafik yang terus dipantau secara intensif selama periode Nataru, baik pada arus berangkat maupun arus balik.
Senior General Manager Regional III ASDP, Capt Luthfi Pratama, menyampaikan bahwa kesiapan operasional didukung oleh ketersediaan armada dan infrastruktur pelabuhan yang memadai. “Di lintas Ketapang-Gilimanuk jumlah kapal yang siap operasi (standbye) sebanyak 55 unit serta 17 unit dermaga di Ketapang dan Gilimanuk, dilengkapi buffer zone dan delaying system untuk mengantisipasi fluktuasi kepadatan kendaraan,” ujarnya.
Baca juga : Alcaraz Pulang Kampung, Sinner Latihan Di Dubai
Sementara itu, berkoordinasi dengan regulator dan mitra kerja terkait, juga telah disiapkan skenario pola operasi kapal yang fleksibel sesuai tingkat kepadatan, mulai dari kondisi normal hingga sangat padat. Pada kondisi puncak, kapasitas angkut dapat dioptimalkan melalui pengoperasian hingga 32 kapal dengan dukungan dermaga alternatif Bulusan serta pola time based berthing (TBB) guna mempercepat proses bongkar muat kendaraan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya