Dark/Light Mode

2026, Purbaya Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Jumat, 2 Januari 2026 07:30 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dok. Kemenkeu)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dok. Kemenkeu)

 Sebelumnya 
Menurutnya, tren pemulihan di akhir tahun menjadi modal penting untuk akselerasi pertumbuhan pada tahun berikutnya. 

Analis Kebijakan Ekonomi dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani mengamini target pertumbuhan 6 persen yang diusung Purbaya. Dengan catatan, kata dia, belanja pemerintah harus didorong sejak awal tahun. 

Menurut Ajib, terdapat enam kunci utama untuk mewujudkan target tersebut. Pertama, penciptaan lapangan kerja berkualitas. Ia menilai persoalan utama bangsa saat ini adalah pengangguran dan didominasi sektor informal. 

Baca juga : OSO: Tidak Semua Presiden Bisa Melakukan Itu...

“Pemerintah perlu mencegah pola investasi turnkey, terutama untuk posisi level bawah, dengan menerapkan rasio tenaga kerja lokal secara jelas dan konsisten,” ujar Ajib. 

Kedua, bauran kebijakan fiskal dan moneter. Tahun 2025 merupakan masa transisi model kepemimpinan dan fatsun fiskal Indonesia, dari sebelumnya berorientasi pada stabilitas (pro stability) menjadi berorientasi pada pertumbuhan (pro growth). 

Menurut Ajib, pendekatan tersebut sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan pertumbuhan ekonomi lebih agresif. Namun, tantangannya terletak pada keterbatasan ruang fiskal. 

Baca juga : Gerindra Kaltara Gelar Doa Bersama Dan Santunan Yatim

Ketiga, efisiensi biaya usaha secara menyeluruh. Termasuk pemangkasan cost of compliance, penyediaan pembiayaan yang lebih kompetitif, serta pengendalian biaya energi, logistik, dan tenaga kerja. 

Keempat, lanjutnya, peningkatan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Penguatan link and match antara dunia usaha dan industri dengan dunia pendidikan perlu terus diakselerasi. Tuntutan kenaikan upah, menurutnya, harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas dan daya saing. 

Kelima, pemberdayaan UMKM dalam rantai pasok. Kemitraan yang terstruktur dan mutualistik antara BUMN dan swasta, insentif fiskal yang tepat, serta penguatan akses pembiayaan dan pasar akan mendorong UMKM naik kelas dan terintegrasi ke global value chain

Baca juga : PKB Pastikan Dukung Pilkada Tidak Langsung

Keenam, kata dia, kontinuitas partisipasi aktif dunia usaha. Diperlukan mekanisme kolaboratif yang responsif dengan policy feedback loop yang berjalan baik, agar kebijakan benarbenar berbasis realitas di lapangan. 

“Dengan beberapa catatan tersebut, pertumbuhan ekonomi 6 persen memang possible,” tutup Ajib. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.