Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Saham Emiten MIND ID Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025
Jumat, 2 Januari 2026 10:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup kalender perdagangan tahun 2025 dengan catatan positif bagi emiten pertambangan yang tergabung dalam Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID).
Di tengah fluktuasi pasar global, sejumlah saham anggota Grup MIND ID mencatatkan kinerja impresif sepanjang tahun, seiring penguatan integrasi strategis dan program hilirisasi yang terus dijalankan.
Berdasarkan data penutupan perdagangan Selasa (30/12/2025), saham PT Timah Tbk. (TINS) menjadi yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi di lingkungan MIND ID dengan kenaikan harga 190,65 persen secara year to date (YtD) ke level Rp 3.110 per saham.
Baca juga : Lewat BPA, Kejagung Pulihkan Aset Negara Rp 19,6 Triliun Sepanjang 2025
Kinerja positif tersebut diikuti PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang membukukan kenaikan 106,56 persen YtD ke posisi Rp 3.150 per saham, didorong prospek logam mulia domestik serta ekspansi operasional perseroan.
Sementara itu, emiten nikel PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mencatatkan kenaikan 42,96 persen YtD ke level Rp 5.175 per saham, menunjukkan ketahanan kinerja di tengah volatilitas pasar global. Adapun saham PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) menutup perdagangan akhir tahun di level Rp 2.310 per saham.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama, menilai tren positif saham BUMN nonperbankan sepanjang 2025 menjadi faktor penopang pasar di luar dominasi sektor perbankan.
Baca juga : PTPN I Catatkan Kinerja Penjualan Rp 3,56 Triliun
“Sejumlah emiten pelat merah nonbank memperlihatkan tren teknikal yang positif. Saham seperti TINS dan ANTM, lalu TLKM dan PGEO, juga memiliki prospek yang relatif kuat,” kata Nafan.
Ia menambahkan, faktor kepemimpinan dan aksi korporasi berperan penting dalam menjaga kepercayaan pasar, termasuk perombakan jajaran komisaris dan direksi yang dinilai memberikan sinyal penguatan disiplin belanja modal serta efisiensi operasional.
Selain itu, kehadiran Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia serta wacana restrukturisasi BUMN dipandang menjadi katalis baru bagi optimisme investor ke depan.
Baca juga : Polda Metro Jaya terima 74.013 Laporan Polisi Sepanjang 2025
“Jika dinamika Danantara berjalan konsisten dalam mengelola aset strategis, peluang perbaikan kinerja emiten BUMN dan indeks terkait akan terbuka menuju 2026,” ujarnya.
Senada, Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata menyampaikan, sektor pertambangan BUMN masih memiliki sentimen positif ke depan, antara lain dari potensi biaya dana yang lebih kompetitif serta valuasi saham yang kini masuk kategori value stocks.
Untuk tahun 2026, ia memprediksi sektor komoditas strategis dan energi masih akan mendominasi pasar modal, dengan saham ANTM menjadi salah satu unggulan dari sektor pertambangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya