Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tutup 2025, PHE Temukan Migas Baru Di Wilayah Kerja Mahakam
Jumat, 2 Januari 2026 17:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui aktivitas eksplorasi berkelanjutan.
Komitmen PT Pertamina (Persero) bersama Danantara Indonesia dalam meningkatkan investasi sektor energi di dalam negeri kembali membuahkan hasil melalui penemuan sumber daya minyak dan gas bumi (migas) baru di Wilayah Kerja Mahakam.
Temuan tersebut diperoleh melalui pemboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP)-1x yang dilakukan afiliasi PHE, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), di wilayah lepas pantai (offshore) South Mahakam, Kalimantan Timur.
Pengeboran sumur MDP-1x merupakan bagian dari strategi Near Field Exploration yang dijalankan PHE sebagai langkah cepat (quick win) untuk mempercepat produksi dengan memanfaatkan fasilitas lapangan migas terdekat yang telah memasuki fase matang (mature field). Di tengah keterbatasan area kerja, PHM tetap konsisten melakukan eksplorasi dengan mengadopsi konsep dan pendekatan geologi terkini.
Baca juga : Menko PMK: Hampir Seluruh Fasilitas Kesehatan Di Wilayah Bencana Sudah Pulih
Direktur Eksplorasi PHE Muharram Jaya Panguriseng mengatakan, keberhasilan ini menjadi bukti penerapan konsep eksplorasi baru di area lapangan yang sudah matang, serta hasil kolaborasi erat dengan SKK Migas dan Kementerian ESDM.
“Diharapkan temuan sumber daya kontinjensi dengan perkiraan Original Oil in Place (OOIP) sekitar 106 juta barel setara minyak (MMBOE) ini dapat segera dikembangkan dan berkontribusi terhadap lifting migas nasional guna mendukung swasembada dan ketahanan energi,” ujar Muharram.
Sejak mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam pada 1 Januari 2018, PHM telah mengebor enam sumur eksplorasi dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Empat di antaranya mencatatkan temuan migas, termasuk sumur MDP-1x yang dinilai sebagai salah satu penemuan signifikan.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, Sunaryanto, menyampaikan bahwa kegiatan eksplorasi menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan energi nasional.
Baca juga : Natal Bergema Di Wilayah Konflik Palestina & Suriah
“Dengan temuan sumur MDP-1x, kami akan segera melakukan pengembangan untuk mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi di Kalimantan, serta meningkatkan reserve to production ratio (RtoP) Pertamina Hulu Indonesia,” katanya.
Sumur MDP-1x berhasil dibor hingga kedalaman terukur 4.260 meter dan menembus Formasi Yakin. Meski target utama formasi tersebut hanya dapat ditembus sebagian akibat kondisi tekanan tinggi (high pressure), PHM berhasil mengidentifikasi potensi sumber daya menjanjikan pada formasi yang lebih dangkal, yakni Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS).
Berdasarkan hasil drill stem test pada zona SCS, reservoir karbonat dan batu pasir menunjukkan kemampuan produksi yang baik. Dengan interval uji alir sepanjang 25,5 meter, sumur ini mencatatkan laju alir maksimum sekitar 2.821 barel minyak per hari (BOPD) serta produksi gas sebesar 5 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Keberhasilan eksplorasi di Blok Mahakam melengkapi sejumlah pencapaian Subholding Upstream Pertamina sepanjang 2025. Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Prabumulih mencatat hasil uji produksi sumur BNG-064 di Blok D Struktur Benuang, Field Adera, yang melampaui target hingga 990 persen dengan produksi mencapai 1.400 BOPD dan 4,51 MMSCFD gas.
Baca juga : Kasi Datun Kejari HSU Serahkan Diri, Dibawa Kejagung ke KPK
Selain itu, sumur BNG-067 di Area North West Benuang mencatat produksi minyak sebesar 660,34 BOPD atau 440 persen dari target awal, serta produksi gas 0,807 MMSCFD atau 207 persen dari target. Keberhasilan eksplorasi juga dicatatkan dari pengeboran sumur onshore Jawa Barat (EPN-002).
Pencapaian tersebut melengkapi kinerja eksplorasi PHE pada 2024, ketika perusahaan mencatatkan penemuan sumber daya gas bumi lebih dari 1,8 triliun kaki kubik (TCF) atau hampir setara 320 MMBOE di wilayah Sulawesi Tengah, termasuk struktur Wolai–East Wolai, Morea, dan Tedong.
Ke depan, PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga menegaskan komitmen zero tolerance on bribery melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandarisasi ISO 37001:2016.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya