Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Indonesia-Malaysia Percepat Pembangunan Sosial Ekonomi Di Wilayah Perbatasan
Kamis, 20 November 2025 10:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia dan Malaysia kembali meneguhkan komitmen bersama dalam pengembangan wilayah perbatasan, peningkatan konektivitas, serta pengelolaan keamanan dan sosial ekonomi melalui Persidangan Ke-40 Jawatankuasa Kerja/Kelompok Kerja Pembangunan Sosio-Ekonomi (JKK/KK) SOSEK MALINDO.
Pertemuan berlangsung pada 18-19 November 2025 di Langkawi, Kedah, Malaysia. Delegasi Indonesia dipimpin Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Dr. Safrizal ZA M.Si, selaku Ketua Kerjasama SOSEK MALINDO. Sementara Delegasi Malaysia dipimpin YBrs. Tuan Badrul Shah bin Mohd Idris, Timbalan Ketua Pengarah Keselamatan Negara (Pengurusan Keselamatan), Majlis Keselamatan Negara.
Dalam sambutannya, Safrizal menegaskan bahwa kerja sama SOSEK MALINDO merupakan bukti komitmen kuat kedua negara dalam membangun kawasan perbatasan.
“Meskipun banyak capaian yang sudah diraih, masih terdapat sejumlah agenda yang memerlukan penyamaan persepsi dan koordinasi lebih intensif, khususnya terkait perbedaan landasan hukum serta implementasi kesepakatan di tingkat daerah,” tambah Safrizal.
Baca juga : Indonesia-Malaysia Sepakati Pengembangan Infrastruktur Perbatasan
Kedua negara mencatat sejumlah kemajuan. Salah satunya adalah penyelarasan Standard Operating Procedure (SOP) pemulangan dan pengendalian jenazah di Riau/Kepri–Johor/Melaka serta Entikong–Tebedu.
Indonesia dan Malaysia juga sepakat memperkuat mekanisme koordinasi melalui pembentukan Tim Fasilitasi, pusat komunikasi (call center), dan pelaksanaan masa uji coba selama satu tahun.
Di bidang konektivitas, kedua negara menyatakan komitmen untuk mendorong pembukaan jalur laut RoRo Dumai–Melaka dan Batam–Johor, yang diharapkan semakin memperkuat arus barang dan mobilitas masyarakat.
Selain itu, pengoperasian Terminal Barang Internasional Entikong dan percepatan pengembangan kawasan Special Economic Zone (SEZ) Tebedu–Entikong menjadi salah satu fokus utama, sejalan dengan arahan pimpinan nasional kedua negara.
Baca juga : Seaside Market Di Mawatu Dukung Pelaku Usaha Lokal & Ekonomi Kreatif Labuan Bajo
Dalam aspek pengelolaan perbatasan, Indonesia dan Malaysia sepakat memperkuat koordinasi teknis dalam pengelolaan Sungai Sembakung–Pansiangan, termasuk pembentukan Joint Technical Committee serta penerapan sistem peringatan dini banjir. Pembahasan juga mencakup harmonisasi Pintu Masuk Antarabangsa (PMA) Serudong–Sei Manggaris serta percepatan pengoperasian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Temajuk–Telok Melano.
Isu lain yang turut menjadi perhatian adalah rencana pembukaan kembali Exit/Entry Point di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sei Nyamuk (Sebatik)–Tawau, sebagai langkah untuk mengoptimalkan mobilitas masyarakat di kawasan Pulau Sebatik yang memiliki intensitas interaksi ekonomi dan sosial yang tinggi.
Menutup sambutan, Safrizal mengajak seluruh pihak menjaga semangat kerja sama lintas negara.
"Marilah kita terus memelihara semangat kolaborasi dan komunikasi yang baik, memperkuat hubungan persahabatan, dan bersama-sama mewujudkan kemajuan serta kesejahteraan bagi Masyarakat di Kawasan Perbatasan/Sempadan Indonesia dan Malaysia," ucap Safrizal.
Baca juga : Frisian Flag Indonesia Kedai Kreatif 2025, Bangkitkan Ekonomi dari Dapur Rumah
Persidangan ditutup dengan penetapan Takwim Kegiatan SOSEK MALINDO 2026, sekaligus menyepakati Indonesia sebagai tuan rumah Persidangan Ke-41. Kedua negara menegaskan bahwa semangat persahabatan, kepercayaan, dan komitmen bersama akan menjadi fondasi utama dalam memperkuat pembangunan kawasan perbatasan secara berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya